Sintang, Kalbar– Kondisi fenomena jalan rusak parah masih menjadi persoalan serius bagi masyarakat,di Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang. Jalan berlumpur, licin, dan sulit dilalui ini telah berlangsung cukup lama tanpa adanya perbaikan yang signifikan dari pihak terkait.
Dampak terparah dirasakan oleh para pelajar yang setiap hari harus melewati jalan tersebut untuk berangkat ke sekolah. Dalam kondisi tertentu, terutama saat musim hujan, para pelajar terpaksa berjalan tanpa alas kaki (nyeker) karena sepatu tidak dapat digunakan akibat lumpur yang tebal dan licin.
“Kami sangat sedih melihat anak-anak harus berjuang seperti ini hanya untuk bisa sekolah. Jalan ini sudah lama diusulkan untuk diperbaiki, namun sampai sekarang belum ada realisasi,” ungkap perwakilan masyarakat setempat
Senin,09/02/26.
Jalan tersebut merupakan akses utama warga untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk pendidikan dan ekonomi. Kondisi jalan yang tidak layak tidak hanya menghambat mobilitas, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan, khususnya anak-anak sekolah.
Bahkan viral beredar vidio di grup medsos dokumentasi di lapangan menunjukkan seorang pelajar,.berseragam sekolah berdiri di tengah jalan berlumpur yang rusak parah, menyampaikan serta menunjukan kenyataan pahit yang harus dihadapi setiap hari oleh anak-anak di wilayah tersebut kepada pemerintah.
Masyarakat Kecamatan Sepauk berharap pemerintah daerah, baik Pemerintah Kabupaten Sintang maupun instansi terkait, dapat segera turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi sebenarnya dan mengambil langkah nyata dalam memperbaiki infrastruktur jalan tersebut.
Perbaikan jalan dinilai sangat mendesak demi menjamin keselamatan, kelancaran aktivitas masyarakat, serta masa depan pendidikan anak-anak di Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang.(Musa)
Sumber : Warga Kecamatan Sepauk
