Bengkayang, Kalbar- Dugaan kuat adanya permainan pengawasan pengelolaan dana publik program revitalisasi dalam membangun SDN 09 Malikar di Sungai Betung, Bengkayang, menimbulkan kekhawatiran serius. Beberapa poin yang perlu diperhatikan adalah:
– *Pengawasan yang tidak efektif*: Dugaan permainan pengawasan dalam pelaksanaan pembangunan gedung SDN 09 Malikar menunjukkan bahwa pengawasan tidak berjalan efektif.
– *Standar adukan manual*: Perlu klarifikasi apakah standar adukan manual sertu dan semen yang digunakan sudah sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditentukan.
– *Material tidak berizin*: Penggunaan material tidak berizin, seperti pasir dan sirtu, dapat melanggar peraturan dan membahayakan keamanan bangunan.
– *Kejanggalan bahan bangunan*: Dugaan penggunaan kawat dan seng yang tidak sesuai standar juga perlu diinvestigasi.
Untuk memastikan keamanan dan kualitas bangunan, perlu dilakukan:
– *Investigasi menyeluruh*: Untuk mengetahui penyebab dan aktor di balik dugaan permainan pengawasan dan penggunaan material tidak berizin.
– *Pengawasan ketat*: Untuk memastikan proyek berjalan sesuai standar dan spesifikasi teknis.
– *Tindakan tegas*: Terhadap pihak yang bertanggung jawab jika terbukti melakukan pelanggaran.
“Irawan, Sos,.S.H,.M.H Masyarakat berharap agar Aparat Penegak Hukum (APH) mengawasi proyek pembangunan SDN 09 Malikar untuk memastikan:
– *Kepatuhan terhadap peraturan*: Penggunaan material yang sesuai standar dan berizin.
– *Transparansi*: Proses pembangunan yang transparan dan akuntabel.
– *Keamanan bangunan*: Bangunan yang aman dan tidak membahayakan siswa dan masyarakat sekitar.
Dengan pengawasan APH, masyarakat berharap dapat:
– *Mencegah penyimpangan*: Mencegah penggunaan material tidak berizin dan penyimpangan lainnya APH dapat melakukan pengawasan yang efektif dan mengambil tindakan tegas jika ditemukan pelanggaran.(Eko)











