Sikka, NTT. MNCTVANO. COM
Melakoni profesi sebagai seorang guru dan pendidik bagi Peserta Didik Berkebutuhan Khusus ( PDBK) tidak semudah yang dibayangkan. Menghadapi peserta didik normal saja sudah pusing apalagi dengan Peserta Didik Berkebutuhan Khusus.

Bagi Ibu Guru SLB Bhakti Luhur Maumere Kresensiana Fahik, S.Pd selama 17 tahun bersama mereka banyak pengalaman yang didapat dari peserta didik.
“Kehidupan Peserta Didik Berkebutuhan Khusus ini mengajarkan kepada saya bukan hanya tentang perjuangan tetapi juga pelajaran berharga mencintai tanpa syarat, tidak pernah kehilangan harapan dan tetap semangat meski menghadapi rintangan.,”ungkap Ana akrab disapa kepada MNCTVANO. COM Senin ( 24/11/2025).
Ibu asal Atambua Kabupaten Belu Timor ini lebih lanjut mengatakan mutiara hidup yang saya peroleh dari Anak Berkebutuhan Khusus ini adalah tentang cinta kasih dari anak-anak sendiri. Senang melihat kemajuan dari anak-anak khusus ini. Kedekatan yang paling mendalam seperti seorang ibu dan anak, ” ungkap Ana. .
Di balik suka mengajar peserta didik berkebutuhan khusus ini ada juga dukanya. Sarjana Pendidikan Khusus Luar Biasa jebolan dari Universitas Negeri Makassar mengakui mengajar PDBK tidak hanya fisik, kesabaran serta strategi harus kuat tatkala mendidik anak luar biasa ini.
“Kadang peserta didik saat pembelajaran cuek tidak mendengarkan pelajaran. Tidak mau mengerjakan modul. Kadang merasa sedih apabila sudah lelah mengajar tapi tidak ada kemajuan. Tapi ini konsekuensi dari profesi yang berjuang sekuat tenaga, mendidik mereka dengan hati demi kemajuan mereka, “ujar istri dari Yohanes Eudas Bala Lejap ini.
Ana juga menceritakan pengalaman dialami pernah memegang seorang anak Autis. Yang dia terima balasan dari anak Autis rambut Ana dijambak. ” Sebagai konsekuensi dari profesi dengan penuh kasih saya berkata Koko, Ibu sayang Koko. Setelah itu rambutnya di lepas, “kata Ana.

Pada peringatan Hari Guru Nasional Ana menitipkan pesan kepada sesama guru yang menangani Peserta Didik Berkebutuhan Khusus untuk menerima mereka apa adanya. ” Didiklah mereka dengan hati dan penuh kesabaran seperti anak normal. Harus punya keyakinan PDBK punya potensi yang perlu digali. Bersama mereka pasti bisa, “ujar Ana sambil mengharapkan pemerintah bisa memperhatikan kesejahteraan Guru dan Tenaga Kependidikan SLB dan fasilitas pendukung.
Tingkatkan Kompetensi dan Profesionalisme
Kepala SLB Bhakti Luhur Maumere Suster Corrie, ALMA menekankan tiga point penting bagi para guru SLB Bhakti Luhur Maumere.
Pertama, para guru terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme sebagai guru pendidikan PDBK. Guru harus terus belajar dan kreatif dalam mengembangkan dan meningkatkan potensi PDBK sesuai kebutuhan dan kemampuan dalam mewujudkan peserta didik yang mandiri, terampil, unggul dan berjiwa Pancasila.
Kedua, Para guru dapat menjadi teladan dan inspirasi bagi PDBK untuk membantu mereka mengembangkan potensi dan bakat mereka secara optimal yang akhirnya bermuara pada pencapaian pendidikan yang berkualitas.
Ketiga, para guru harus mampu membangun komunikasi yang intens dan efektif dan berkolaborasi dengan orang tua.
Reporter : Yuven Fernandez, Sikka NTT











