Melawi – Viral Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Melawi memicu ketegangan antara warga dan pihak SPBU. Adu mulutpun terjadi di ruang kantor SPBU Sukiman Nanga Pinoh, Selasa , 13/02/2026, akibat antrean panjang yang tak kunjung terlayani.
Sejumlah warga, khususnya pengendara sepeda motor, meluapkan kekecewaan mereka setelah mengantre berjam-jam tanpa mendapatkan BBM. Bahkan, beberapa pengantre mengaku sudah menunggu hingga 7 jam di lokasi, namun stok minyak tak kunjung tersedia.
“Sudah berjam-jam antre, dari pagi sampai sore, tapi belum dapat juga. Katanya minyak habis,” keluh salah seorang warga di lokasi.
Di sisi lain, warga juga menduga kelangkaan BBM disebabkan oleh penimbunan oleh oknum pemain kios. Dugaan tersebut diperkuat dengan kondisi harga BBM eceran di luar SPBU yang kini melonjak hingga Rp30.000 per liter, itu pun dengan ketersediaan yang sangat terbatas.
“Kami curiga ada penimbunan. Di kios-kios harga sudah tidak masuk akal dan minyak susah dicari,” ucap
warga lainnya.
Menindaklanjuti keresahan tersebut, warga mendesak APH (Aparat Penegak Hukum) untuk segera turun tangan. Bahkan, warga meminta dilakukan sidak dan penggerebekan ke sejumlah kios yang diduga menjadi tempat penimbunan BBM ilegal”,ucap
Warga kepada wartawan
Via WhatsApp
Jumat, 13/2/26.
Sampai berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak SPBU maupun instansi terkait, mengenai penyebab pasti kelangkaan BBM serta langkah penanganan yang akan dilakukan.
Warga berharap pemerintah daerah dan aparat terkait segera turun ke lapangan agar, distribusi BBM kembali normal dan tidak terus merugikan masyarakat.(Musa)











