Lampung Timur, Lampung, mnctvano.com – Tepat satu tahun kepemimpinan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Ela Siti Nuryamah bersama Azwar Hadi memimpin Kabupaten Lampung Timur. Keduanya resmi dilantik pada 20 Februari 2025 dalam prosesi pelantikan kepala daerah serentak yang berlangsung di halaman Monumen Nasional (Monas), Jakarta.
Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto sebagai bagian dari agenda nasional pengukuhan kepala daerah hasil Pilkada serentak di berbagai wilayah Indonesia.
Momentum pelantikan itu menjadi awal perjalanan pemerintahan Ela–Azwar dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan daerah, mulai dari peningkatan pelayanan publik, penguatan infrastruktur hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Memasuki satu tahun masa jabatan, sejumlah program prioritas mulai menunjukkan hasil nyata. Pemerintah daerah memperkuat pelayanan kesehatan dan pendidikan, memperluas akses layanan masyarakat hingga tingkat kecamatan dan desa serta mendorong digitalisasi pelayanan publik.
Pada sektor infrastruktur, rekonstruksi jalan kabupaten dan desa telah dilaksanakan sepanjang 78,93 kilometer, disertai pemeliharaan berkala jalan sepanjang 10,15 kilometer guna menjaga kualitas akses transportasi masyarakat.
Melalui program Unit Reaksi Cepat (URC), penanganan kerusakan jalan darurat mencapai 710 meter.
Selain itu pembangunan dan rehabilitasi 2 unit jembatan di Kecamatan Sekampung dan Waway Karya dilakukan guna memperkuat konektivitas wilayah pertanian dan pemukiman masyarakat.
Program peningkatan Prasarana Sarana dan Utilitas Umum (PSU) juga terealisasi melalui pembangunan jalan lingkungan sepanjang 31,2 kilometer di 52 desa berbasis partisipasi masyarakat.
Sebanyak 380 unit Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) berhasil dipasang dengan capaian 100 persen guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat.
Dukungan terhadap sektor pertanian turut diperkuat melalui rehabilitasi jaringan irigasi sepanjang 433,6 meter.
Pemerintah daerah juga membangun tanggul sungai sepanjang 1.100 meter di Desa Braja Asri Kecamatan Way Jepara sebagai langkah mitigasi konflik manusia dan satwa liar.
Sementara pembangunan drainase sepanjang 3.800 meter dilakukan guna meningkatkan sistem pengendalian banjir serta sanitasi lingkungan.
Melalui program Sekolah Kader Ekologi Lampung Timur, sebanyak 4.258 kader ekologi telah dilatih untuk memperkuat kesadaran lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Dalam upaya meningkatkan pelayanan publik sekaligus optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), pemerintah daerah menghadirkan inovasi pelayanan administrasi kendaraan bermotor.
Melalui layanan Samsat Drive Thru di Kecamatan Mataram Baru, masyarakat kini dapat membayar pajak kendaraan dengan cepat tanpa antre panjang. Selain itu hadirnya layanan Samsat di Kecamatan Pekalongan menjadi langkah strategis mendekatkan pelayanan kepada masyarakat wilayah timur Lampung Timur.
Inovasi tersebut terbukti meningkatkan kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor sekaligus memperkuat pendapatan daerah.
Pelayanan publik juga diperkuat melalui aplikasi SIBADAK Masuk Desa yang telah berjalan di 43 BUMDes, pelayanan Isbat Nikah terpadu kepada 409 pasangan, serta layanan Eazy Passport bagi calon pekerja migran, jamaah haji, wisatawan dan masyarakat umum.
Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah pada tahun pertama menunjukkan capaian menggembirakan.
Realisasi PAD Kabupaten Lampung Timur Tahun 2025 mencapai Rp275.803.609.139 atau 99,5 persen dari target, dengan realisasi pajak daerah sebesar Rp142,771 miliar.
Capaian tersebut diperoleh melalui digitalisasi sistem pembayaran, peningkatan pengawasan retribusi serta optimalisasi aset daerah.
Memasuki tahun kedua, pemerintah daerah berkomitmen memperluas sumber pendapatan baru melalui investasi dan pemanfaatan aset pemerintah secara produktif.
Sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi daerah terus diperkuat melalui berbagai program strategis, antara lain:
Bantuan benih sayur, polibag dan pupuk kepada 10 Kelompok Wanita Tani (KWT) di lokasi stunting.
Pembangunan lanjutan Rumah Vertikal Dryer kepada 2 kelompok tani guna meningkatkan kualitas hasil panen.
Bantuan bibit kakao sambung pucuk kepada 8 kelompok tani untuk pengembangan komoditas perkebunan.
Bantuan alat dan mesin pertanian serta pupuk kepada 96 kelompok tani/GAPOKTAN guna mendukung modernisasi pertanian.
Bantuan benih jagung kepada 9 kelompok tani sebagai upaya peningkatan produksi pangan.
Selain itu, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah sebanyak 72 paket kegiatan dilaksanakan di wilayah kemiskinan ekstrem, lokasi stunting, daerah Indeks Harga Konsumen serta momentum Hari Besar Keagamaan Nasional.
Program tersebut bertujuan menjaga stabilitas harga pangan sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat.
Program Beasiswa Makmur telah menjangkau 58.285 siswa, sementara pembangunan sarana pendidikan meliputi pembangunan dan rehabilitasi PAUD, SD dan SMP di puluhan sekolah.
Program Sekolah Rakyat juga memberikan akses pendidikan gratis kepada 75 siswa keluarga miskin dan miskin ekstrem, dengan pembangunan gedung permanen yang sedang berlangsung di kawasan Islamic Center Sukadana.
Di bidang kesehatan, program Kartu Sehat Makmur memperluas akses pelayanan kesehatan masyarakat.
Reaktivasi BPJS Non Aktif melampaui target dengan capaian 85.175 jiwa atau 118 persen, meliputi ibu hamil, balita stunting, lansia, ODGJ hingga penderita penyakit kronis.
Pada sektor sosial, bantuan permakanan lansia tunggal diberikan kepada 180 orang, penyediaan sandang bagi 75 lansia dan anak terlantar, bantuan alat bantu kepada 20 penyandang disabilitas, serta rehabilitasi sosial bagi 48 ODGJ.
Bantuan permakanan korban bencana juga diberikan kepada 1.049 orang, sementara Program Rumah Sejahtera Terpadu (RST) membantu keluarga miskin memiliki hunian layak.
Di sektor pariwisata, pemerintah daerah menggeliatkan promosi destinasi melalui berbagai event budaya, olahraga dan hiburan rakyat guna menarik kunjungan wisatawan.
Festival daerah menjadi ruang promosi UMKM, ekonomi kreatif serta produk unggulan masyarakat sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi lokal.
Meski berbagai capaian pembangunan telah dirasakan masyarakat, pemerataan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan masih menjadi tantangan utama pemerintah daerah.
Kondisi sejumlah ruas jalan kabupaten dan akses pertanian di wilayah pedesaan masih membutuhkan percepatan pembangunan guna mendukung distribusi hasil pertanian serta konektivitas antarwilayah.
Selain itu peningkatan investasi daerah serta optimalisasi PAD berkelanjutan juga menjadi fokus pada tahun kedua masa kepemimpinan.
Satu tahun perjalanan pemerintahan Ela–Azwar menjadi momentum evaluasi sekaligus pijakan untuk melanjutkan pembangunan Lampung Timur menuju daerah yang lebih maju, transparan dan berdaya saing.
Abdul Rasid











