Melawi, Kalbar– Kelangkaan gas LPG subsidi 3 kilogram kembali masih, dikeluhkan masyarakat di sejumlah wilayah melawi . Salah satu pedagang, warga Pinoh Selatan saat hendak berbelanja ke pusat Ibukota Melawi menyebutkan sulitnya mendapatkan gas melon ukuran 3 kg, membuat kebutuhan rumah tangga kecil dan, pelaku usaha mikro semakin menjerit.
Sejumlah warga menyampaikan, bahwa informasi yang beredar dari mulut ke mulut terkait dugaan adanya penimbunan gas LPG, oleh pihak tertentu.Gas disebut-sebut sengaja disimpan dalam jumlah besar, sehingga pasokan di tingkat pengecer dan pangkalan menjadi langka.
“Kalau ke pengecer sudah jarang, kalaupun ada cepat habis. Ukuran 3 kilo dan 5 kilo sama-sama susah,” ucap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya
Kepada wartawan
Senin, 12/01/26.
Tak hanya itu, warga juga menginformasikan bahwa mereka kerap melihat pengangkutan gas LPG dalam jumlah banyak, yang diduga dibawa keluar daerah, termasuk ke wilayah Kalimantan Tengah. Namun demikian, warga mengakui informasi tersebut masih sebatas pengamatan dan cerita yang berkembang di masyarakat, belum disertai bukti kuat”,ucap
Warga.
“Ada juga cerita katanya di Sintang pernah dua orang ditangkap terkait gas, tapi kami tidak tahu pastinya. Ini informasi warga saja,”tambahnya.
Atas kondisi tersebut, masyarakat berharap Aparat Penegak Hukum (APH) Polres Melawi serta instansi terkait, dapat turun tangan melakukan penyelidikan secara menyeluruh. Warga meminta agar distribusi gas LPG subsidi diawasi ketat, mulai dari agen, pangkalan hingga jalur pengangkutan antar daerah.
“Kami cuma ingin gas tersedia dan tepat sasaran. Kalau memang ada penimbunan atau permainan distribusi, mohon diselidiki,”kata
warga lainnya.
Sampai berita ini diterbitkan kemeja redaksi, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait, mengenai dugaan penimbunan maupun pengiriman gas LPG ke luar daerah. Media ini akan terus berupaya mengonfirmasi kepada instansi berwenang untuk mendapatkan informasi yang akurat dan berimbang.(Musa)











