Sikka, NTT. MNCTVANO. COM
Momen Hari Ulang Tahun ( HUT) PGRI yang digelar di Lapangan Tengah SD Inpres Manunai Kelurahan Waioti Kecamatan Alok Timur Kabupaten Sikka Flores NTT Selasa ( 25/11/2025) diwarnai suasana sukacita bercampur haru.
Pasalnya, bertepatan dengan Perayaan HUT PGRI ke 80 ini SD Inpres harus melepas Ibu Regina Regi guru yang sudah 13 tahun mengabdi sekolah itu karena memasuki masa purnabhakti. Sementara dua Tenaga Kependidikan dimutasikan ke Kantor Inspektorat dan Kelurahan Wuring karena lulus P3K dan CPNS 2025.

Dalam sambutannya, Kepala SD Inpres Manunai Anastasia Yohanista, S. Pd, SD, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh guru yang telah berjuang mencerdaskan generasi bangsa.
“ Peringatan HUT PGRI, bukan hanya momentum perayaan , tetapi juga refleksi komitmen kita untuk terus meningkatkan kualitas Pendidikan. Kami juga memberikan penghormatan setinggi – tinggginya kepada guru yang purnabakti yang telah mengabdikan pikiran , tenaga, dan hati mereka untuk sekolah ini,” kata Yohanista.
Guru purnabakti, ibu Regina Regi, menyampaikan kesan dan pesan dalam sambutan singkatnya. “Saya bersyukur dapat menjadi bagian dari keluarga besar sekolah ini. Semoga para guru muda terus melanjutkan perjuangan mendidik dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab,” ungkapnya.

Rangkaian kegiatan juga dimeriahkan oleh penampilan tari, musik, dan paduan suara siswa, yang turut dipersembahkan sebagai bentuk penghormatan kepada para guru.
Selain itu, dilakukan pula pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan panjang PGRI dan pengabdian para guru purnabakti.
Suasana haru semakin terasa ketika para guru dan siswa saling memberikan salam perpisahan, diiringi lagu-lagu perpisahan yang Menghadirkan nuansa emosional. Hampir semua guru meneteskan air mata karena punya kesan berbeda dengan guru yang purnabhakti dan tenaga pendidikan yang pindah tempat tugas.

Rasa haru mendalam juga ditunjukkan siswa-siswi kelas 3 A yang menjadi mantan wali kelas mereka. “Terima kasih ibu yang baik hati yang sudah membimbing kami. Kami tidak bisa membalas jasa ibu. Kami hanya bisa mendoakan ibu dan keluarga agar selalu sehat dan menjalani masa purnabhakti dengan penuh sukacita, ” kata Ketua Kelas 3 A Felisia Regince Andita sambil meneteskan air mata.
Wali Kelas 3 A Yulita Fanti yang juga bertindak sebagai Master of Ceremony pada kegiatan tersebut kepada media ini menyampaikan pada momen perpisahan ada penyerahan cinderamata untuk Ibu Regina yang diserahkan oleh guru Senior Ibu Yasinta Mali.
Selain itu ada penyerahan hadiah kepada Deandra peserta didik yang meraih juara 2 Perlombaan ( Lomba Bertutur) dalam rangka HUT Golkar berberapa waktu lalu.
Reporter : Yuven Fernandez Sikka NTT











