SPBU 74.956.17 Kawangkoan Diduga Langgar SOP Pertamina: Modus Pengisian Solar Subsidi 200–300 Liter Kembali Terjadi Usai APH Tinggalkan Lokasi

banner 468x60

SPBU 74.956.17 Kawangkoan Diduga Langgar SOP Pertamina: Modus Pengisian Solar Subsidi 200–300 Liter Kembali Terjadi Usai APH Tinggalkan Lokasi

 

Kawangkoan, 6 Desember 2025,Mnctvano.com

Dugaan pelanggaran serius kembali mencuat di SPBU 74.956.17 Kawangkoan, setelah aktivitas pengisian BBM Bersubsidi jenis Solar diduga tidak mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan Pertamina. Investigasi lapangan menunjukkan adanya praktik pengisian dalam jumlah besar—bahkan mencapai 200 hingga 300 liter per kendaraan—kepada mobil-mobil yang telah dimodifikasi khusus untuk menampung solar subsidi.

Modus Mobil Siluman dengan Tangki Ganda

Sejumlah kendaraan yang antre di SPBU tersebut terpantau memiliki dua tangki sekaligus, bahkan beberapa di antaranya dipasangi bak tambahan di bagian dalam untuk memperbesar kapasitas. Modifikasi ekstrem ini umum ditemukan dalam praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi yang kemudian dijual kembali dengan harga lebih tinggi ke pihak industri.

Warga sekitar menyebut kendaraan-kendaraan tersebut sebagai “mobil siluman pengisap solar”, karena sengaja diubah untuk menampung solar dalam jumlah besar namun tetap beroperasi seperti kendaraan pribadi biasa agar lolos pemeriksaan.

Tertib Saat Dipantau, Kembali Berulah Setelah APH Pulang

Pada pagi hari tanggal 6 Desember 2025, tim dari Polsek Kawangkoan sempat melakukan pemantauan rutin di SPBU tersebut. Saat aparat hadir, situasi terlihat tertib dan tidak ditemukan aktivitas mencurigakan.

Namun kondisi berubah drastis tak lama setelah aparat meninggalkan lokasi. Berdasarkan keterangan warga yang sempat merekam kejadian, sejumlah kendaraan kembali melakukan pengisian 200–300 liter secara bergiliran. Aktivitas ini berlangsung cepat dan terkoordinasi, seakan menunggu saat aparat tidak lagi berada di tempat.

> “Kalau polisi ada, semua terlihat normal. Tapi begitu mereka pergi, kegiatan langsung jalan lagi,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Dugaan Mafia Solar Terorganisir

Fenomena ini memperkuat dugaan adanya jaringan mafia solar subsidi yang memanfaatkan kelemahan pengawasan di SPBU. Pola yang berulang—tertib saat diawasi, kemudian kembali melanggar begitu aparat meninggalkan lokasi—menunjukkan bahwa operasi ini diduga sudah berlangsung lama dan terstruktur.

Warga berharap Pertamina dan penegak hukum tidak hanya melakukan pemantauan singkat, namun melakukan penindakan tegas terhadap SPBU maupun pelaku yang jelas-jelas merugikan masyarakat kecil dan negara.

Warga Desak Pertamina dan APH Bertindak

Sejumlah warga yang resah meminta Pertamina segera melakukan audit mendalam terhadap pengelolaan SPBU 74.956.17 Kawangkoan, termasuk memeriksa rekam data pengisian kendaraan.

> “Kalau dibiarkan, yang rugi masyarakat. Solar subsidi harusnya untuk petani dan nelayan, tapi mereka yang pakai mobil siluman justru menguasai antrean,” kata seorang warga.

Mereka juga mendesak aparat penegak hukum agar:

melakukan pengawasan acak di jam rawan,

memeriksa modifikasi ilegal kendaraan,

dan menindak pihak-pihak yang terbukti terlibat

(*****)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *