Amarah Warga Terkait Jadup Tahap II di Gampong Batee Puteh Berhasil Diredam Babinsa dan Bhabinkamtibmas

banner 468x60

Kota LangsaMnctvano.com.

Ketegangan yang sempat terjadi di Gampong Batee Puteh, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa, terkait penyaluran bantuan Jaminan Hidup (Jadup) Tahap II bagi korban bencana hidrometeorologi, berhasil diredam berkat kesigapan Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat, Sabtu (20/6/2026).

Puluhan warga, yang mayoritas merupakan kaum ibu, mendatangi Kantor Geuchik Gampong Batee Puteh untuk mempertanyakan tidak masuknya nama mereka dalam daftar penerima Jadup Tahap II yang saat ini sedang dalam proses pencairan.

Berdasarkan pantauan awak media MNCTVAno.com di lokasi, sekitar 50 warga berkumpul di kantor gampong setelah beredar informasi bahwa jumlah penerima bantuan pada tahap kedua hanya sebanyak 63 orang. Kondisi tersebut memicu kekecewaan warga yang merasa sebelumnya telah didata dan diusulkan sebagai korban terdampak banjir yang melanda wilayah tersebut pada 26 November 2025 lalu.

Salah seorang warga menyampaikan bahwa kedatangan mereka ke kantor geuchik bertujuan untuk memperoleh penjelasan terkait mekanisme penetapan penerima bantuan. Namun, setibanya di lokasi, mereka tidak menemukan satu pun aparatur gampong yang berada di kantor.

“Kami datang ingin meminta penjelasan karena mendapat informasi hanya sebagian warga yang menerima Jadup tahap kedua. Saat tiba di kantor, tidak ada aparatur gampong yang dapat memberikan keterangan. Kami juga mencoba menghubungi Penjabat Geuchik, namun nomor telepon yang bersangkutan tidak aktif,” ujar salah seorang warga.

Kekecewaan warga sempat memuncak hingga terjadi aksi pelampiasan emosi dengan membanting sejumlah kursi dan meja yang berada di ruang kantor geuchik. Beruntung, situasi tidak berkembang menjadi lebih luas setelah Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang berada di lokasi segera mengambil langkah persuasif untuk menenangkan masyarakat.

Kedua aparat tersebut memberikan penjelasan mengenai mekanisme penyaluran Jadup yang menjadi kewenangan pemerintah berdasarkan hasil verifikasi dan validasi data penerima. Setelah memperoleh penjelasan, warga secara bertahap mulai tenang dan membubarkan diri dengan tertib.

Sementara itu, pihak aparatur Gampong Batee Puteh membantah adanya tudingan bahwa pemerintah gampong sengaja tidak mengusulkan sebagian nama warga sebagai calon penerima bantuan.

Menurut keterangan yang disampaikan kepada media, seluruh data warga terdampak banjir telah diajukan kepada Pemerintah Kota Langsa sesuai prosedur yang berlaku.

“Kami telah mengusulkan seluruh nama korban bencana hidrometeorologi tanpa ada yang tertinggal. Berita acara penyerahan data juga tersedia sebagai bukti. Adapun terkait penetapan penerima Jadup tahap kedua, hal tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat berdasarkan hasil verifikasi yang dilakukan,” jelas salah seorang aparatur gampong melalui pesan WhatsApp.

Pihak gampong juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Warga yang belum menerima bantuan pada tahap kedua disebut masih berpeluang untuk diusulkan pada tahap berikutnya.

“Kami berharap masyarakat bersabar. Bagi warga yang belum masuk dalam daftar penerima tahap kedua, akan diupayakan untuk diusulkan pada tahap ketiga. Jangan mudah terpancing isu yang dapat menimbulkan kesalahpahaman dan merugikan kepentingan bersama,” pungkasnya.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian penting bagi seluruh pihak agar komunikasi dan sosialisasi terkait mekanisme penyaluran bantuan sosial dapat dilakukan secara lebih terbuka, sehingga tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat yang terdampak bencana.

 

(Linda)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *