Sikka- NTT- MNCTVANO. COM
Kehadiran Papan Interaktif Digital ( Interactive Flat Panel) memantik optimisme baru bagi Anak Berkebutuhan Khusus ( ABK) yang biasanya kesulitan fokus kini belajar lebih lama dan membangkitkan rasa percaya diri pada diri mereka.

“Program Digitalisasi Pembelajaran melalui Penggunaan Perangkat Papan Interaktif Digital bagi Anak Berkebutuhan Khusus mampu mengubah susana kelas menjadi lebih interaktif, kolaboratif dan menyenangkan, dan mampu membangkitkan rasa percaya diri mereka , ” ujar Kepala SLB Bhakti Luhur Maumere Suster Corrie, ALMA, Kamis ( 20/11/2025).
Selain itu kata Suster Corrie penggunaan IFP membantu suasana kelas pembelajaran menyenangkan juga efisien dan ramah lingkungan. Tanpa penggunaan Spidol yang cepat habis atau kertas yang menumpuk.
“Penggunaan IFP mengurangi limbah dan biaya operasional sekolah. Hal ini merupakan solusi tepat untuk pembelajaran yang berkelanjutan,” kata Suster Corrie.
Terkait penggunaan Papan Interaktif Digital di SLB Bhakti Luhur Maumere ibu Fin guru Kelas 10 ini berkomentar. Penggunaan IFP dari Kementrian ini sangat membantu semua pembelajaran di SLB Bhakti Luhur Maumere.
“Dengan adanya IFP sangat mendukung aktifitas belajar lebih menarik dan membuat peserta didik lebih termotivasi dalam belajar. IFP juga membuat materi lebih mudah dipahami oleh peserta didik berkebutuhan khusus sesuai dengan gaya belajarnya baik visual, auditori maupun kinestetik,”papar Fin.

Peserta didik tambah Fin lagi sangat bersemangat dalam mengikuti kegiatan senam bersama. “Selain itu pada kelas Talenta IFP sangat membantu terutama di bidang seni suara, anak-anak sangat bersemangat dalam mengenal nada, mereka dengan lebih jelas melihat ekspresi wajah serta mendengar lebih jelas mengenai keras lembutnya nada, ” tambah Fin.
Sementara Ibu Cici guru kelas 11 rasa bersyukur dan berterimakasih atas pengadaan whiteboard digital di sekolah. “Fasilitas ini sangat membantu guru dalam mengembangkan kemampuan Iptek serta menyediakan media belajar interaktif seperti kuis atau game edukasi dan video. Hasilnya peserta didik menjadi lebih aktif dan semangat dalam belajar, ” ungkap Cici.
Untuk diketahui Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah ( Kemendikdasmen) terus mendorong digitalisasi melalui Distribusi IFP ke berbagai sekolah termasuk Sekolah Luar Biasa. Program ini merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden nomor 7 Tahun 2025 tentang Percepatan Digitalisasi Pendidikan.
Reporter : Yuven Fernandez Sikka NTT












