**Mobil Grenmex Diduga Angkut Solar Subsidi di Minahasa, Dikaitkan dengan Sosok “Ratu Solar” Wanti
Warga Minta APH Tidak Tutup Mata dan Tidak Masuk Angin**
Minahasa — Mnctano.com
Dugaan praktik penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi kembali mencuat di wilayah Minahasa. Sebuah kendaraan bermerek Grenmex yang dikabarkan kerap melintas tanpa hambatan diduga kuat mengangkut solar subsidi dari sejumlah SPBU di wilayah tersebut. Pergerakan mobil tersebut bahkan dikaitkan oleh warga dengan sosok yang dikenal di lapangan sebagai “Ratu Solar” Wanti, yang disebut-sebut memiliki jaringan kuat dalam bisnis BBM ilegal.
Informasi yang dihimpun dari beberapa narasumber di lokasi menyebutkan, mobil Grenmex berwarna gelap itu terlihat pada 23 November 2025 melintas di area Minahasa setelah sebelumnya diduga mengisi BBM subsidi jenis solar dari SPBU tertentu. Para saksi menyampaikan bahwa kendaraan tersebut sudah beberapa kali terlihat beroperasi dengan pola yang sama, yakni mengisi BBM pada jam-jam sepi, lalu bergerak menuju arah Bitung.
Sejumlah warga menilai pola ini bukan lagi aktivitas biasa, melainkan mengarah pada indikasi praktik pengangkutan BBM subsidi secara terorganisir. Bahkan nama “Wanti” kembali menjadi sorotan karena dianggap kerap dikaitkan dengan jaringan pengumpulan dan distribusi solar subsidi di beberapa titik Sulawesi Utara. Meski demikian, sejauh ini belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait mengenai keterlibatan sosok tersebut.
“Setiap kali ada mobil itu lewat, kami langsung curiga. Polanya sama terus. Kami hanya berharap aparat penegak hukum benar-benar serius, jangan sampai ada yang masuk angin,” ujar salah satu warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Pihak kepolisian Minahasa hingga berita ini diterbitkan belum memberikan keterangan resmi terkait adanya dugaan aktivitas ilegal tersebut. Namun warga menegaskan bahwa penyalahgunaan BBM subsidi tidak hanya merugikan masyarakat kecil, tetapi juga menjadi ancaman bagi stabilitas distribusi energi di daerah.
Pengamat kebijakan publik yang dihubungi secara terpisah mengatakan bahwa praktik penyalahgunaan solar subsidi kerap melibatkan jaringan rapi, mulai dari sopir, pengepul, hingga pihak-pihak yang memberikan “jalan aman”. “Kalau benar ada operasi berulang dengan pola yang sama, ini harus segera diusut. Negara dirugikan, masyarakat dirugikan, dan citra aparat juga dipertaruhkan,” ujarnya.
Warga Minahasa berharap aparat penegak hukum (APH) segera melakukan langkah konkret.
“Kami berharap APH tindak lanjuti, jangan masuk angin dan jangan pilih kasih. Semua yang diduga terlibat harus diperiksa,” tegas beberapa warga yang ditemui di lokasi.
Kasus dugaan praktik penyelewengan BBM subsidi ini akan terus dipantau oleh masyarakat dan media, mengingat tingginya kerugian negara akibat aktivitas ilegal semacam ini. Publik menantikan tindakan tegas, transparan, dan tidak pandang bulu dari APH di Sulawesi Utara.
(Team)







