Sintang, Kalbar– Pimpinan redaksi salah satu media online berinisial BG yang ada di wilayah Kabupaten Sintang mengeluhkan sulitnya mendapatkan akses konfirmasi, dan kerap kali diabaikan saat dikonfirmasi hal – hal dilapangan dari oknum pejabat di Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sintang. Keluhan tersebut mencuat karena Kasatreskrim Polres Sintang dinilai paling sulit dihubungi saat awak media,kerap kali berupaya melakukan konfirmasi terkait sejumlah peristiwa hukum.
Menurut keterangan beberapa jurnalis, upaya konfirmasi yang dilakukan melalui pesan singkat maupun panggilan WhatsApp kerap tidak mendapatkan respons. Bahkan, sejumlah wartawan mengaku menduga nomor kontak mereka telah diblokir, sehingga tidak dapat lagi menghubungi yang bersangkutan”,ucap
Salah satu pimpinan media kepada wartawan
Kamis,18/12/25.
“Padahal konfirmasi merupakan bagian penting dari kerja jurnalistik agar pemberitaan tetap berimbang. Namun kami justru kesulitan mendapatkan klarifikasi,” ungkap
salah satu pimpinan media yang enggan disebutkan namanya.
“Sementara itu, saat dimintai tanggapan terkait tudingan tersebut, Kasatreskrim Polres Sintang melalui pesan WhatsApp membantah telah melakukan pemblokiran terhadap kontak wartawan. Ia menegaskan tidak pernah memblokir nomor siapa pun.
“Saya tidak pernah memblokir kontak siapa pun,” tulisnya singkat dalam pesan balasan kepada wartawan.
Rabu,17/12/25.
Sekalipun demikian, para wartawan berharap ke depan komunikasi antara kepolisian dan insan pers dapat berjalan lebih terbuka dan responsif. Hal ini dinilai penting untuk menjaga kemitraan strategis antara media dan aparat penegak hukum, sekaligus memastikan masyarakat memperoleh informasi yang akurat dan berimbang.
Sampai berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polres Sintang terkait mekanisme pelayanan informasi dan konfirmasi kepada awak media.(Musa)












