Tiang PLN Masih Belum Tersentuh Hingga Gelap gulita : Warga Desa Sialogo Desak Pemerintah Bertindak Nyata

banner 468x60

Sialogo, Lumut , Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, mnctvano.com,- 61 hari telah berlalu sejak bencana melanda Desa Sialogo pada 25 November 2025, namun hingga kini lampu listrik di desa tersebut masih lumpuh total dan belum mendapatkan penanganan serius dari pihak terkait. Kondisi ini membuat aktivitas warga terhambat dan kehidupan sehari-hari berlangsung dalam keterbatasan penerangan.

Bencana yang terjadi akhir November lalu menyebabkan jaringan listrik di Desa Sialogo rusak parah. Sayangnya, hingga memasuki awal tahun 2026, belum terlihat langkah nyata dan berkelanjutan dari pihak teknis maupun pemerintah daerah untuk memulihkan akses listrik bagi masyarakat.

Puluhan warga Desa Sialogo, yang tidak dapat disebutkan satu per satu namanya, menyampaikan harapan besar kepada pemerintah agar persoalan penerangan desa ini mendapat perhatian serius. Mereka menilai listrik bukan lagi sekadar kebutuhan tambahan, melainkan hak dasar yang sangat menentukan kualitas hidup masyarakat, terutama pada malam hari.

 

Salah seorang perwakilan warga Desa Sialogo menyampaikan aspirasi dan kekecewaan masyarakat kepada pemerintah daerah. Ia berharap agar penanganan lampu listrik segera direalisasikan, sehingga warga Desa Sialogo tidak terus tertinggal dan dapat merasakan pembangunan yang merata.

 

Kami hanya ingin merasakan hal yang sama seperti desa-desa lain. Dengan adanya listrik, kami juga ingin naik kelas, baik dalam pendidikan, ekonomi, maupun aktivitas sosial,” ujarnya.

 

Warga berharap pemerintah daerah, dinas terkait, serta pihak teknis kelistrikan segera turun langsung ke lapangan untuk memastikan perbaikan jaringan listrik dapat dilakukan secepat mungkin. Gelap yang berkepanjangan bukan hanya memadamkan lampu, tetapi juga memadamkan harapan masyarakat Desa Sialogo.

 

SG

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *