Sintang, Kalbar – Sebuah potret kondisi infrastruktur di wilayah Kecamatan Ketungau, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, ramai beredar di berbagai grup media sosial. Gambar tersebut memperlihatkan kondisi jalan yang rusak parah dan memprihatinkan, sehingga memicu beragam reaksi dari masyarakat.
Dalam unggahan yang beredar, tampak akses jalan yang sulit dilalui, terutama saat musim hujan. Kondisi ini dinilai sangat menghambat aktivitas warga, baik dalam hal ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan. Warga setempat menyebutkan bahwa persoalan infrastruktur tersebut telah berlangsung cukup lama tanpa penanganan maksimal.
“Kalau hujan, jalan makin parah. Aktivitas warga jadi terganggu, anak sekolah juga kesulitan,” ungkap
salah satu warga dalam keterangan yang disertai unggahan tersebut.
Viralnya potret ini dinilai sebagai bentuk suara masyarakat yang berharap adanya perhatian serius dari pemerintah, baik di tingkat daerah maupun provinsi.
Infrastruktur jalan menjadi salah satu kebutuhan dasar yang sangat penting dalam mendukung mobilitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah pedalaman seperti Ketungau.
Pengamat pembangunan daerah menilai bahwa kondisi ini harus menjadi perhatian prioritas pemerintah. Selain berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, buruknya infrastruktur juga berpotensi menghambat distribusi barang dan jasa.
Masyarakat berharap pemerintah segera turun tangan melakukan peninjauan langsung ke lokasi, serta merumuskan langkah konkret untuk perbaikan infrastruktur yang berkelanjutan.
“Harapan kami sederhana, jalan diperbaiki agar kami bisa beraktivitas dengan layak. Jangan sampai wilayah kami terus tertinggal,” ujar
warga lainnya kepada wartawan
via WhatsApp
Sabtu,11/04/26.
Dengan mencuatnya persoalan ini ke publik, diharapkan menjadi momentum bagi pemerintah untuk membuka mata dan lebih memprioritaskan pembangunan infrastruktur, khususnya di daerah-daerah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses seperti di Kecamatan Ketungau, Kabupaten Sintang.(Musa)











