Puluhan Kerbau Diduga Rusak Perkebunan Warga, Petani Kibang Pacing Menjerit Minta Penertiban

banner 468x60

TULANG BAWANG-LAMPUNG,MNCTVAno.com.

Masyarakat Kampung Kibang Pacing, Kecamatan Menggala Timur, Kabupaten Kabupaten Tulang Bawang dibuat resah oleh keberadaan puluhan kerbau yang diduga lepas bebas dan masuk ke area perkebunan warga. Dalam kurun waktu lebih dari satu bulan terakhir, ternak tersebut disebut-sebut merusak tanaman singkong, sawit muda hingga kebun cabai milik masyarakat.

Kerusakan paling parah dialami petani singkong. Puluhan hektar tanaman singkong yang baru berumur sekitar dua bulan dilaporkan hancur diinjak dan dimakan oleh kawanan kerbau. Akibatnya, para petani terpaksa melakukan tanam ulang atau sulam yang tentunya menambah biaya dan kerugian di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang sulit.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun tim media, kandang atau padang penggembalaan kerbau tersebut berada di wilayah Mendi, Kecamatan Gedung Aji Lama yang berbatasan langsung dengan Kampung Kibang Pacing.

Beberapa narasumber yang enggan disebutkan namanya mengaku sudah tidak tahan dengan kondisi tersebut. Mereka menilai persoalan ini bukan lagi gangguan biasa, melainkan sudah menjadi ancaman serius bagi para petani.

“Udah lebih sebulan ini kerbau masuk kampung kami dan mengacak-acak tanaman seperti singkong, sawit yang baru tanam bahkan kebun cabai. Walaupun kami sudah pernah lapor ke kepala kampung, namun sampai saat ini belum ada tanggapan,” ujar salah satu warga dengan nada kecewa.

Ironisnya, persoalan ini disebut bukan pertama kali terjadi. Warga menilai gangguan ternak kerbau liar tersebut sudah menjadi “penyakit tahunan” yang terus berulang tanpa adanya tindakan tegas dari pihak terkait. Kondisi itu memunculkan dugaan adanya pembiaran hingga para pelaku usaha ternak terkesan kebal hukum.

Masyarakat pun meminta Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang, aparat penegak hukum Polres hingga Kodim untuk turun tangan dan menertibkan aktivitas peternakan yang dinilai merugikan para petani kecil.

Warga khawatir apabila persoalan ini terus dibiarkan tanpa penyelesaian serius, maka dapat memicu konflik horizontal antar masyarakat. Emosi petani yang terus dirugikan disebut sudah berada di titik jenuh.

“Kami minta Bupati Tulang Bawang turun langsung ke lapangan dan segera keluarkan aturan tegas. Jangan tunggu sampai ada bentrokan antar warga baru sibuk turun,” tegas warga lainnya.

Dalam menjalankan fungsi kontrol sosial dan keterbukaan informasi publik, media ini berpedoman pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Oleh karena itu, media kami membuka ruang seluas-luasnya kepada pihak pengelola maupun pemilik ternak kerbau yang bertanggung jawab sepenuhnya atas aktivitas penggembalaan tersebut untuk memberikan hak jawab, klarifikasi maupun tanggapan resmi terkait keluhan masyarakat Kampung Kibang Pacing.

 

(Team)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *