Polisi Tidur (Pita Kejut) di Jalan Poros Melawi Menuai Keluhan Warga : Pemasangan Dianggap Tidak Tepat, Ganggu Kenyamanan Hingga Risiko Bocor Kendaraan

Oplus_131072
banner 468x60

Melawi,Kalbar– Pemasangan sejumlah alat pengereman (Pita kejut) jalan, atau yang dikenal sebagai “Polisi Tidur” di beberapa titik-titik jalan poros yang ada di Kabupaten Melawi yang dilakukan oleh pihak dinas perhubungan bersama Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Melawi,ternyata menuai beragam keluhan dari masyarakat.Keluhan ini disampaikan beredar secara luas melalui kolom komentar dan diskusi di grup FB media sosial baik “MELAWI IMFORMASI” bahkan beredar pada group WhatsApp”Suara Rakyat Melawi”(SRM),
Kamis, 14/05/26 (malam)

Menjadi perbincangan hangat,di mana warga mengeluhkan bentuk, posisi, dan cara pemasangan yang dinilai kurang tepat, justru mengganggu kenyamanan hingga berisiko merusak dan bocor ban kendaraan.

Berbagai komentar yang masuk dari warga menunjukkan ketidakpuasan mereka. Salah satu warga bernama “Wulan”menuliskan pengalamannya, “Benar, paku-pakunya banyak yang timbul, terlebih kalau pakai motor geter sampai ke leher, pakai mobil bunyi kayak apa. Kalau udah lewat polisi tidur tu, kalau ku rasa orang yang lagi hamil lewat itu pasti sakit pinggang sama perut sangat menggu ; gak nyaman,”tulisnya.

Keluhan serupa disampaikan warga lain bernama Brow yang menyoroti kualitas pemasangan yang dinilai asal jadi. “Baot nya udah pada keluar semua, ngak rapi pemasangannya lebih baik di copot jak,”tulisnya, menilai pemasangan polisi tidur tersebut tidak rapi dan justru merugikan pengguna jalan.

Bukan hanya masalah kenyamanan, warga juga khawatir adanya risiko kerusakan pada kendaraan. Herry Purwanto, salah satu warga yang memberikan komentar, bahkan sudah memprediksi dampak buruknya sejak awal pemasangan dilakukan.Udah ku prediksi dr awal… pasti makan ban. Karna posisi baut nya itu terlalu keluar kepalanya… Harus nya tu posisi Baut harus rata atau pun tenggelam dr polisi tidur nya… Bukan buat aman…malah buat musibah,” tegas Herry, yang juga menandai akun resmi terkait dengan harapan keluhan ini didengar oleh pihak berwenang.

Pemasangan polisi tidur sejatinya bertujuan untuk memperlambat laju kendaraan demi keselamatan dan ketertiban lalu lintas. Namun, berdasarkan aspirasi yang berkembang di masyarakat Melawi, penerapannya justru dirasakan menjadi masalah baru. Posisi baut atau paku yang menonjol keluar, bentuk yang tidak rata, hingga pemasangan yang kurang presisi membuat fungsi pengamanan itu hilang, berubah menjadi gangguan yang mengganggu kenyamanan, membahayakan kendaraan, hingga mengganggu kesehatan fisik pengendara, khususnya ibu hamil.

Warga berharap Satlantas Polres Melawi, selaku pihak yang memasang dapat segera meninjau ulang kondisi polisi tidur yang ada. Masyarakat meminta adanya perbaikan, penataan ulang, atau penyesuaian bentuk dan cara pemasangan agar sesuai standar, sehingga tujuan awal untuk menjaga keselamatan tetap tercapai tanpa menimbulkan dampak negatif bagi pengguna jalan.

Keluhan ini menjadi catatan penting bagi pihak berwenang agar keberadaan fasilitas pengamanan jalan benar-benar bermanfaat, aman, dan tidak menjadi sumber masalah baru di tengah masyarakat.

Sampai berita ini, diterbitkan belum ada keterangan resmi dari pihak terkait.(Musa)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *