Lampung Timur – Lampung – MNCTVano.com. Suasana penuh kekhusyukan menyelimuti Pondok Pesantren Al-Hidayah Al-Mashumiyyah, Kecamatan Labuhan Ratu, Senin (26/1/2026). Ribuan jamaah memadati area pesantren dalam rangka menghadiri Haul ke-12 K.H. Abdul Chalim Maftuhin dan Haul ke-55 K.H. Maksum Ahmad Lasem.
Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, hadir langsung bersama Wakil Bupati Azwar Hadi. Turut hadir Wagub Lampung Jihan Nurlela, Anggota DPR RI Hj. Chusnunia Chalim, anggota DPRD Provinsi Lampung Sasa Chalim dan ketua DPRD Kabupaten Lampung Timur Rida Rotulaliyah, jajaran Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, pengurus PCNU Lampung Timur, Majelis Ulama Indonesia (MUI), para alim ulama, tokoh masyarakat, santri, serta keluarga besar kedua ulama yang dihaulkan.
Banyaknya Tokoh pemerintahan dan masyarakat umum yang hadir membuat acara tersebut sangat berkesan bagi masyarakat sekitar.
Atas nama Pemerintah Daerah dan masyarakat Lampung Timur, Bupati Ela juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada Prof. Dr. KH. Said Agil Siradj, M.A., Pengasuh Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqofah, yang hadir memberikan mauizah hasanah.
Dalam sambutannya, Bupati Ela mengajak seluruh jamaah menjadikan haul bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi sebagai momentum refleksi diri, penguatan iman, dan peneladanan akhlak para ulama.
“Haul ini mengingatkan kita akan pentingnya meneruskan ilmu, akhlak, dan perjuangan para kiai yang telah berjasa besar membangun peradaban Islam dan kehidupan sosial masyarakat,” ujar Bupati.
Bupati Ela juga mengenang pesantren Al-Hidayah Al-Mashumiyyah sebagai tempat yang memiliki makna pribadi dalam perjalanan hidup dan pengabdiannya. Ia menyebut pesantren tersebut sebagai titik awal langkah yang dilandasi niat, doa, dan restu para ulama sebelum Pilkada.
Tidak banyak masyarakat yang mengetahui jika bupati Lampung timur hj Ella Siti nuryamah merasa mendapat kan dukungan dari para ulama.
“Di tempat inilah saya pertama kali menginjakkan kaki dengan niat dan doa. Pesantren ini, di bawah keluarga besar Abah Chalim, menjadi sumber inspirasi dan teladan bagi masyarakat Lampung Timur,” tuturnya.
Pada kesempatan itu, Bupati menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Lampung Timur untuk terus bersinergi dengan para ulama dan pondok pesantren. Berdasarkan data Kementerian Agama, terdapat sekitar 245 pondok pesantren di Lampung Timur yang telah memenuhi administrasi, di luar pesantren perintis yang terus berkembang.
“Ini menunjukkan bahwa kehidupan keagamaan di Lampung Timur sangat kuat. Pemerintah daerah akan terus berdampingan dan berkolaborasi dengan para ulama dalam membangun generasi masa depan,” tegasnya.
Melalui haul ini, masyarakat diajak bersama-sama mendoakan para ulama yang telah wafat serta meneladani nilai keilmuan, keteguhan akhlak, dan perjuangan K.H. Abdul Chalim Maftuhin serta K.H. Maksum Ahmad Lasem, yang menjadi bagian penting dari sanad keilmuan dan sejarah Nahdlatul Ulama.
Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama dan tausiyah, di antaranya mauizah hasanah oleh Prof. Dr. KH. Said Agil Siradj, M.A., serta arahan dari jajaran PCNU setempat. Kegiatan berlangsung tertib, khidmat, dan penuh keberkahan.
“Semoga kita semua senantiasa diberi kesehatan, keberkahan, dan lindungan Allah SWT, serta mampu melanjutkan nilai-nilai perjuangan para ulama demi kebahagiaan dunia dan akhirat,” pungkas Bupati Ela.
Dalam kesempatan yang sama, Anggota DPR RI Hj. Chusnunia Chalim turut menyampaikan sambutannya. Ia menegaskan bahwa haul para ulama bukan hanya bentuk penghormatan terhadap jasa para kiai, tetapi juga menjadi ruang konsolidasi moral dan spiritual umat di tengah tantangan zaman.
“Para kiai yang kita haul hari ini telah mewariskan keteladanan luar biasa, baik dalam keilmuan, akhlak, maupun perjuangan untuk umat dan bangsa. Tugas kita hari ini adalah menjaga dan melanjutkan warisan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara,” ujar Chusnunia.
Ia juga mengapresiasi peran pondok pesantren sebagai pilar pendidikan karakter dan benteng moral bangsa. Menurutnya, pesantren memiliki kontribusi strategis dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan memiliki komitmen kebangsaan yang kuat.
“Pesantren bukan hanya pusat pendidikan agama, tetapi juga pusat pembentukan karakter dan peradaban. Karena itu, dukungan terhadap pesantren dan para ulama harus terus diperkuat,” pungkasnya
( Darwin )











