Pinangsori, Taanuli Tengah, Sumatera Utara, mnctvano.com,- Asosiasi Pendeta Indonesia (API) melaksanakan ibadah rutin perdana di tahun 2026 dengan penuh sukacita dan semangat kebersamaan. Ibadah tersebut berlangsung di Gereja Pantekosta di Indonesia (GPDI) Petra Maduma Pinang pada Selasa, 3 Pebruari 2025, dan dihadiri oleh para pendeta serta keluarga besar Asosiasi Pendeta Indonesia dari berbagai wilayah.
Suasana ibadah terasa khidmat namun sarat sukacita. Tidak hanya sebagai momen persekutuan rohani, ibadah ini juga menjadi wujud nyata kepedulian dan solidaritas kemanusiaan. Dalam rangkaian ibadah, Asosiasi Pendeta Indonesia turut menyampaikan dukungan sosial kepada keluarga hamba Tuhan yang sedang berduka serta keluarga hamba Tuhan yang tengah mengalami sakit. Aksi sosial ini menjadi simbol kebersamaan dan saling menguatkan di antara sesama pelayan Tuhan.
Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Bedali Zamasi, S.Th., yang mengangkat nats dari Injil Matius 5:13 dengan tema “Engkau Adalah Garam Dunia.” Dalam khotbahnya, Pdt. Bedali menegaskan bahwa garam memiliki fungsi penting untuk memberi rasa dan mencegah kebusukan. Namun ketika garam menjadi tawar, maka garam itu tidak lagi berguna. Ia menekankan bahwa hal tersebut juga berlaku bagi hamba Tuhan: ketika kepercayaan dan integritas hilang, maka pelayanan pun kehilangan makna dan arti di hadapan jemaat dan masyarakat.
Ketua Asosiasi Pendeta Indonesia DPC Tapanuli Tengah, Pdt. Julius Zamasi, M.Th., dalam kesempatan penyerahan bantuan sosial kepada keluarga duka dan keluarga yang sakit, menyampaikan pesan yang menyentuh. Ia menegaskan bahwa bantuan yang diberikan jangan dinilai dari besar atau kecilnya, melainkan dari makna kebersamaan dan kasih persaudaraan yang terjalin di dalamnya. Menurutnya, kebersamaan adalah kekuatan utama dalam membangun pelayanan yang berdampak.
Sementara itu, Pdt. Anwar Mendrofa, yang dipercaya sebagai pengelola dana sosial Asosiasi Pendeta Indonesia, turut mengajak seluruh anggota untuk terus menumbuhkan semangat berbagi. Ia menyampaikan ajakan agar para anggota API rajin memberikan kontribusi sosial, sebab dana tersebut berasal dari anggota dan kembali untuk menolong anggota. “Dari kita, oleh kita, dan untuk kita,” ungkapnya dengan penuh semangat.
Ibadah rutin perdana ini menjadi momentum penting bagi Asosiasi Pendeta Indonesia untuk meneguhkan kembali panggilan pelayanan, mempererat persaudaraan, serta menunjukkan kepedulian nyata kepada sesama hamba Tuhan. Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebagai tanda sukacita dan ungkapan syukur atas kebersamaan yang terjalin dengan indah.
Melalui kegiatan ini, Asosiasi Pendeta Indonesia berharap dapat terus menjadi berkat, tidak hanya dalam pelayanan rohani, tetapi juga dalam tindakan kasih yang nyata di tengah masyarakat.
SG, AJG, AG











