Sikka, NTT, mnctvano.com,- Magdalena Dua Mijad ( 47) Koster Paroki St. Yosef Freinademetz Bolawolon Keuskupan Maumere sejak Bulan April 2025 memulung sampah.
Alasan sebagai pemulung sampah karena prihatin warga belum sadar akan hidup sehat. Padahal sehat itu mahal. Keprihatinan mantan Kades Watumilok Kecamatan Kangae memuncak ketika melihat sampah berserakan di pinggir jalan bahkan di lingkungan gereja sekalipun.
“Saya sangat peduli terhadap sampah. Apalagi di lingkungan gereja bahkan di dalam gereja. Umat ke gereja bukan bawa Syukur dan dosa tetapi sampah, ” tegas Magda akrab disapa.
Magda mengatakan umat datang ke gereja untuk menyampaikan syukur kepada Tuhan atas berkat dan perlindungan-Nya selama sepekan. Juga mengakui salah dan dosa.
“Bukan bawa sampah berupa tissue bekas lap keringat atau make up, kulit pernen, gelas aqua atau botol air mineral yang telah digunakan dan tinggalkan di bangku- bangku. Malahan ada yang tinggalkan dalam kantong plastik. Ini di gereja kalau di rumah seperti apa? “tanya Magda prihatin.
Dikatakannya, waktunya memungut sampah setelah selesai misa, menyimpan perlengkapan misa/ liturgi. Selanjutnya ia memungut sampah plastik gelas air mineral atau botol air mineral baik di dalam gereja maupun di luar gereja.
Ia mengakui tidak pernah malu sebagai pemulung sampah karena selain menambah penghasilan walau kecil tetapi bangga karena melihat sampah bukan sesuatu kotor tapi punya nilai ekonomis.
“Setiap orang berharga dan sama di mata Tuhan apapun pekerjaannya. Apalagi memulung sampah pekerjaan merawat bumi agar bersih. Tuhan tidak membedakan manusia dari segi manapun. Manusialah yang membeda- bedakan. Saya tidak malu memulung sampah karena tidak merugikan orang lain, ” kata Alumni SMK Sint Gabriel ini.
Sampah itu lanjutnya dikumpulkan lalu dimasukkan ke dalam karung dan diamankan di gudang paroki. ” Kalau sudah banyak maka saya jualnya ke pengepul sampah, “ungkap Kader Kesehatan Jiwa desa Watumilok ini.
Ia juga berpesan kepada generasi muda tidak sekedar penerus masa depan tetapi agen perubahan masa kini. ” Masa depan bumi ada ditangan Anda. Warisan yang Anda tinggalkan bukan hanya karier atau kesuksesan pribadi tetapi kondisi bumi untuk generasi setelah Anda, “kata Magda.
Magda juga menegaskan untuk memulai hidup bersih mulai dari dalam diri kemudian ditularkan kepada keluarga dan masyarakat. ” Jadilah bagian dari solusi bukan polusi, “pungkasnya.
Yuven Fernandez, Sikka NTT











