Organisasi Mangkok Merah Borneo Bersatu (MMBB) Bentuk Kepengurusan DPC di Melawi, Ignatius Wandi Wijono, Selaku Humas : Dorong Generasi Muda Lestarikan Nilai Leluhur

banner 468x60

Melawi , Kalbar – Organisasi Mangkok Merah Borneo Bersatu (MMBB) kini resmi membentuk kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di setiap kabupaten, termasuk di Kabupaten Melawi.Pembentukan ini diharapkan menjadi wadah untuk menghidupkan kembali nilai-nilai budaya leluhur yang mulai terkikis oleh perkembangan zaman modern.

Juru bicara sekaligus Humas MMBB, Ignatius Wandi Wijono, menyampaikan, bahwa organisasi ini hadir sebagai bentuk kepedulian terhadap warisan, budaya nenek moyang yang semakin memudar akibat arus modernisasi.

“Melalui organisasi MMBB, kita ingin membawa kembali dan mengedukasi nilai-nilai leluhur yang diwariskan oleh nenek moyang. Tantangan zaman yang semakin modern membuat nilai-nilai kebudayaan itu perlahan terkikis,”ucapnya
Kepada Mncvano.com
Sabtu,07/02/26.

“Ignatius menegaskan bahwa, terbentuknya MMBB di setiap kabupaten merupakan wadah gotong royong dan kebersamaan untuk menjaga budaya serta adat istiadat agar tetap hidup dalam kehidupan masyarakat.

“Kita menginginkan kembali betapa pentingnya nilai kebudayaan melalui semangat bahu membahu dan gotong royong. Kita harus menjadi yang terdepan dalam mengedukasi nilai-nilai budaya itu sendiri,” tambahnya.

Ia juga menyoroti kondisi generasi muda saat ini yang cenderung memilih hal-hal instan, sehingga nilai kesopanan, adat istiadat, dan kebersamaan mulai jarang diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita melihat anak muda sekarang lebih memilih segala sesuatu yang instan. Contoh sederhana adalah kurangnya keinginan untuk bersama mengenal nilai kesopanan dan adat istiadat. Semua ini hampir punah akibat pengaruh zaman,” jelas
Ignatius.

Namun demikian, MMBB tidak menolak perkembangan zaman, melainkan ingin menjadi penyeimbang agar modernisasi tetap berjalan seiring dengan pelestarian budaya.

“Kita tidak boleh menantang arus zaman, tetapi juga tidak boleh menghilangkan nilai kebersamaan. Nilai itu akan kita hidupkan kembali melalui organisasi MMBB,”tegasnya.

Organisasi MMBB dipimpin oleh Presiden Diseniman Sanggup, SH, dengan Panglima Tertinggi Tambak Baya, Marselinus Mian, S.E., MM. Keduanya menekankan, bahwa setiap anggota MMBB harus mampu menjadi teladan dalam menjaga nilai-nilai luhur warisan leluhur.

Ignatius, juga menegaskan, bahwa keberadaan MMBB merupakan pengingat bahwa adat istiadat adalah dasar persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).Nilai-nilai budaya dan adat istiadat adalah dasar kesatuan kita terhadap NKRI. Mencintai adat istiadat adalah wujud mencintai tanah air,”ucapnya.

Memasuki era Generasi Z (Gen-Z) yang dituntut cepat beradaptasi dengan dunia digital, MMBB hadir sebagai lembaga, penyeimbang agar kemajuan teknologi tetap disertai kontrol nilai budaya dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

“Kebutuhan digital perlu diimbangi dengan nilai budaya sebagai kontrol utama dalam bermasyarakat dan bernegara,” tutup
Ignatius.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *