Nias Selatan, Sumatera Utara, mnctvano.com,- Polisi turun tangan dalam kasus pengeroyokan siswa SMA Negeri I Idanotae, Pekalongan. Olah TKP juga sudah dilakukan hari ini.
Kita tindaklanjuti adanya laporan itu (penganiayaan). Kita datangi langsung lokasi dimana terjadinya aksi pengeroyalan siswa tersebut,dan kejadian perkara yang terjadi pada perjalanan pulang sekolah menuju rumah korban,”ujar Penyidik dari unit PPA Reskrim Polres Nias Selatan Rabu, (04/02/2026).
Selain itu, Penyidik dari unit PPA juga sudah memanggil dan meminta keterangan para pelaku, korban dan saksi-saksi.
Namun demikian, Pihak Unit PPA Polres Nias Selatan mengatakan pihaknya masih mengedepankan yang namanya proses hukum mengingat para pelaku pelaku sudah dewasa.
“Saya kira ini sejauh mungkin akan mendalami penyelidikan dan akan mita terbitkan SP2HP dengan baik karena ini menyangkut mereka sudah dewasa,” ujar Penyidik Unit PPA.
Laporan polisi atas kasus ini disampaikan oleh Orang tua korban, Raniasa Bawamenewi. Raniasa berharap dengan dilaporkannya para pelaku ke polisi akan memberi efek jera.
“Harapannya dengan pelaporan ini, alasan kami bertujuan kalau kasus hanya damai secara kekeluargaan saya takutnya dikemudian hari pelakunya belum jera,” tutur Raniasa.
Di lokasi yang sama, dari salah satu teman Ahmad Sentosa Bawamenewi (Korban) diduga Pelaku sudah jauh-jauh hari mereka rencanakan aksi pengeroyokan ini dikarenakan pelaku mengikuti Korban, yang sesungguhnya perjalanan pulang ketiga pelaku ini ke arah sebelah kanan menuju desa Hilimbowo, dengan ada niat mereka mengeroyok korban, hingga mereka balik arah mengikuti korban ke arah kiri menuju desa umbu idanotae.,” kata Andianus Tafonao saat diwancarai oleh Mnctvano.Com
“TKP ini untuk mengetahui posisi korban dalam kasus ini. Diketahui pelaku pengeroyokan berjumlah dua orang. Berdasarkan keterangan korban, pelaku yang dua orang adalah kelas XI sedangkan pelaku yang satu orang adek kelas sikorbankan otomatis sudah saling kenal karena satu sekolah” tutupnya.
Reporter: MarTaf











