Melawi,Kalbar– Proyek pembangunan bendungan air bersih yang bersumber dari Dana Desa, Desa Pemuar Kecamatan Belimbing Kabupaten Melawi sejak tahun 2020 hingga kini dinilai mangkrak, dan tidak memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pasalnya, pembangunan tersebut hanya sebatas bendungan tanpa adanya kelanjutan berupa jaringan pipanisasi ke rumah-rumah warga.
Seorang tokoh masyarakat warga setempat menyampaikan, kekecewaannya terhadap proyek tersebut. Menurutnya, sejak awal masyarakat menaruh harapan besar agar pembangunan bendungan air bersih itu dapat memenuhi kebutuhan air bersih warga. Namun hingga hari ini, harapan tersebut belum juga terwujud.
“Kalau tidak salah anggarannya tahun 2020. Bangunannya memang ada, bendungannya berdiri, tapi hanya sampai di situ saja. Pipanisasi tidak ada sampai sekarang,” ucap
Salah satu tokoh masyarakat warga tersebut kepada Mnctvano.com
Rabu,14/01/26.
Ia juga menjelaskan bahwa proyek tersebut berasal dari Dana Desa.Namun terkait besaran anggaran, dirinya mengaku tidak begitu mengetahui secara pasti karena pada saat pembangunan berlangsung, dirinya belum menjabat sebagai bagian dari BPD. Dari Dana Desa, tapi saya tidak tahu berapa persis anggarannya”,jelasnya
Lebih lanjut, ia menilai pembangunan tersebut memang , terkesan tidak direncanakan secara matang. Menurutnya, setiap pembangunan seharusnya memiliki perhitungan, dan kelanjutan yang jelas agar anggaran yang digunakan tidak terbuang sia-sia,kita juga berharap pihak APH selidiki penggunaan anggaran yang pernah di anggarkan untuk proyek bendungan itu. Menurut saya, sebelum membangun sesuatu harus ada hitungannya, harus ada kelanjutannya. Kalau hanya bangunan bendungan saja tanpa pipanisasi, artinya hanya menghabiskan anggaran,” tegasnya.
Kekecewaan serupa juga dirasakan oleh masyarakat lainnya. Warga mengaku dahulu sangat berharap air bersih dapat mengalir langsung ke rumah penduduk. Namun hingga bertahun-tahun berlalu, manfaat yang dijanjikan tak kunjung dirasakan. Dulu masyarakat berharap air sudah sampai ke rumah-rumah. Tapi sampai hari ini tidak ada kelanjutannya. Untuk apa kalau hanya bendungan saja dan tidak bisa dimanfaatkan.
Masyarakat berharap pihak pemerintah desa, kecamatan, maupun instansi terkait dapat memberikan kejelasan atas kelanjutan proyek tersebut. Selain itu, warga juga meminta adanya evaluasi dan pertanggungjawaban agar pembangunan yang bersumber dari Dana Desa benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, bukan sekadar meninggalkan bangunan mangkrak tanpa fungsi”, tutupnya
Kepala Desa Pemuar Martinus, saat dikonfirmasi awak media, melalui via WhatsApp terkait hal tersebut,memilih bungkam dan tak menjawab sampai berita ini disiarkan kemeja redaksi.(Mus)











