Resmi Dilantik, PC IMM Jeneponto Periode 2026–2027 Siap Usung Gerakan Visioner untuk Pembangunan Daerah
JENEPONTO mnctvone.com
Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kabupaten Jeneponto resmi memasuki babak kepemimpinan baru. Melalui prosesi Pelantikan Pimpinan (Tarpim) yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim), kepengurusan PC IMM Jeneponto periode 2026–2027 dilantik secara khidmat di Aula Gedung Aisyiyah Jeneponto, provinsi Sulawesi Selatan, Rabu (4/2/2026).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Jeneponto, Islam Iskandar, S.H., M.H., yang sekaligus membuka acara secara resmi. Turut hadir jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jeneponto, pimpinan organisasi otonom Muhammadiyah, perwakilan DPD IMM Sulawesi Selatan, serta kader IMM dari berbagai komisariat.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Jeneponto mengapresiasi peran Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah sebagai elemen strategis civil society yang berfungsi sebagai mitra kritis sekaligus mitra kolaboratif pemerintah daerah. Ia menilai IMM memiliki posisi penting dalam mendorong tata kelola pembangunan yang partisipatif, berbasis kontrol sosial, dan berpihak pada kepentingan publik.
“IMM bukan hanya organisasi kader, tetapi juga agen perubahan sosial yang memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal arah kebijakan pembangunan daerah agar tetap sejalan dengan prinsip keadilan sosial,” ujar Islam Iskandar.
Soroti Isu BPJS dan Kesejahteraan Rakyat
Momentum pelantikan ini turut diwarnai dengan Pidato Wada (pidato perpisahan) dari Demisioner Ketua Umum PC IMM Jeneponto periode 2024–2025, Robi. Dalam pidatonya, Robi secara tegas menyoroti persoalan jaminan kesehatan masyarakat, khususnya terkait validitas data desil BPJS yang dinilainya masih menyisakan problem struktural.
“Ketidaksinkronan data desil BPJS telah menjadi ancaman serius bagi masyarakat prasejahtera. Banyak warga yang secara ekonomi rentan justru terdegradasi dari sistem jaminan kesehatan. Ini merupakan indikator kegagalan kebijakan yang harus dikawal secara kritis agar hak dasar masyarakat tidak terabaikan,” tegas Robi.
Ia menambahkan, persoalan tersebut menunjukkan pentingnya pengawasan publik berbasis data serta advokasi kebijakan yang berorientasi pada perlindungan sosial berkelanjutan.
Visi Baru: Gerakan Visioner Menjawab Tantangan Daerah
Usai prosesi pelantikan, Ketua Umum PC IMM Jeneponto periode 2026–2027, Mardianto Salam, menyampaikan Pidato Iftitah yang menegaskan arah gerakan IMM ke depan. Ia menyatakan bahwa kepengurusan baru akan mengusung paradigma “Gerakan Visioner” sebagai respons atas kompleksitas persoalan daerah.
“IMM Jeneponto tidak boleh terjebak pada gerakan simbolik semata. Kami hadir dengan gerakan visioner yang berbasis analisis sosial, riset kebijakan, dan pengabdian masyarakat untuk menjawab tantangan daerah, mulai dari isu kemiskinan struktural, degradasi lingkungan, rendahnya literasi, penguatan ekonomi kreatif mahasiswa, hingga pengawalan kebijakan publik yang lebih pro-rakyat,” ungkap Mardianto.
Menurutnya, IMM harus berperan sebagai inkubator intelektual yang melahirkan kader berkarakter, kritis, dan solutif, sekaligus mampu menjembatani kepentingan masyarakat dengan pemangku kebijakan.
Dukungan DPD IMM dan Arahan PDM Muhammadiyah
Ketua DPD IMM Sulawesi Selatan, Adrian Al Fatih, yang secara langsung melantik pengurus baru, berpesan agar kader IMM Jeneponto tetap menjaga kemurnian ideologi dan independensi gerakan, terutama di tengah dinamika politik lokal yang kian kompleks.
“IMM harus tetap berada di garis perjuangan intelektual dan moral. Kader boleh berpolitik, tetapi organisasi harus tetap menjaga marwah sebagai gerakan dakwah dan perkaderan,” tegasnya.
Menutup rangkaian sambutan, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jeneponto, H. Khaeruddin Palalo, S.Ag., M.M., menyampaikan arahan dan tausiyah pergerakan. Ia menekankan pentingnya sinergi antara gerakan intelektual mahasiswa dan nilai-nilai keislaman serta kemuhammadiyahan.
“IMM adalah laboratorium kepemimpinan dan pusat kaderisasi. Jadilah pimpinan yang amanah, berintegritas, dan terus berkolaborasi dengan Ayahanda di Muhammadiyah agar dakwah amar ma’ruf nahi mungkar dapat terimplementasi secara nyata dalam kehidupan sosial masyarakat Jeneponto,” pesannya.
Dengan dilantiknya kepengurusan baru ini, PC IMM Jeneponto diharapkan mampu memperkuat perannya sebagai agen transformasi sosial yang berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah yang berkeadilan, inklusif, dan berkelanjutan.
Penulis Astono











