Warga Melawi Keluhkan Harga LPG 3 Kg Melebihi HET, Minta Bupati Turun Tangan Dan Berani Berikan Sangsi Tindakan Tegas Pangkalan Nakal

Oplus_131072
banner 468x60

Melawi , Kalbar– Sejumlah masyarakat Kabupaten Melawi menyampaikan keluhan serius terkait melonjaknya harga gas LPG subsidi tabung 3 kilogram yang dinilai telah melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.Kondisi ini dirasakan semakin sangat memberatkan masyarakat, khususnya kalangan ekonomi menengah ke bawah yang sangat bergantung pada LPG bersubsidi untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

Keluhan tersebut disampaikan melalui rielist resmi yang ditujukan kepada Bupati Melawi. Dalam rielis tersebut, masyarakat mengungkapkan bahwa berdasarkan pengamatan di lapangan, terutama di beberapa wilayah kecamatan, harga LPG 3 kg dijual jauh di atas HET resmi. Situasi ini dinilai tidak wajar dan berpotensi merugikan masyarakat kecil.

Perwakilan masyarakat, Kirenius, M.Pd, kepada wartawan,ia menyampaikan, bahwa kenaikan harga LPG bersubsidi ini tidak hanya berdampak pada ekonomi rumah tangga, tetapi juga memicu keresahan di tengah masyarakat. Oleh karena itu, pihaknya meminta Pemerintah Kabupaten Melawi segera mengambil langkah konkret.

“Distribusi LPG subsidi perlu diawasi secara ketat. Jangan sampai ada oknum pangkalan atau pihak tertentu yang memanfaatkan kondisi ini untuk mencari keuntungan dengan mengorbankan masyarakat,” tegas
Kirenius,M.Pd
Minggu,19/01/26.

Dalam surat tersebut, masyarakat secara khusus meminta Pemerintah Kabupaten Melawi melalui dinas terkait untuk melakukan pengawasan, dan penertiban distribusi LPG di seluruh wilayah, serta berani menindak tegas pangkalan, atau oknum yang menjual LPG subsidi di atas HET, serta menjamin ketersediaan dan pemerataan pasokan LPG 3 kg agar tepat sasaran.

Masyarakat berharap, di bawah kepemimpinan Bupati Melawi, pemerintah daerah dapat segera turun tangan untuk melindungi kepentingan rakyat, dan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, khususnya LPG bersubsidi yang menjadi kebutuhan vital masyarakat kecil.

Sampai berita ini diturunkan, masyarakat masih menantikan respon dan langkah nyata dari Pemerintah Kabupaten Melawi, guna mengatasi persoalan tersebut.(Musa)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *