Musi Rawas, Sumatera Selatan, mnctvano.com,- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu agenda besar pemerintah dalam memperkuat ketahanan gizi nasional. Kehadiran program ini tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kualitas konsumsi masyarakat, tetapi juga sebagai langkah sistematis menurunkan angka stunting yang masih menjadi tantangan kesehatan nasional. Melalui pemberian makanan bergizi yang terukur, pemerintah berharap intervensi ini dapat menyasar kelompok prioritas secara lebih merata.
Dalam implementasinya, MBG memerlukan dukungan tenaga pendamping yang mampu menjalankan fungsi pengawasan hingga pendistribusian. Di sinilah peran Tim Pendamping Keluarga (TPK) menjadi unsur penting. TPK tidak hanya hadir sebagai pelaksana teknis di lapangan, tetapi juga sebagai jembatan antara pemerintah, tenaga kesehatan, lembaga pendidikan, dan keluarga penerima manfaat. Peran ini memberi kontribusi signifikan dalam memastikan kualitas program tetap terjaga.
Calon anggota TPK perlu memahami bahwa keberhasilan MBG tidak hanya diukur dari jumlah makanan yang disalurkan, tetapi juga dari bagaimana proses distribusi, edukasi, dan pelaporan dijalankan sesuai standar. Oleh karena itu, pengetahuan mengenai tugas dan tanggung jawab TPK menjadi fondasi utama sebelum terjun mendampingi keluarga di lapangan.
Heri










