Menjelang Idulfitri, BPJN Sulut Genjot Perbaikan Jalan Nasional, Tapi Sejumlah Titik Masih Bermasalah

banner 468x60

Menjelang Idulfitri, BPJN Sulut Genjot Perbaikan Jalan Nasional, Tapi Sejumlah Titik Masih Bermasalah

Minut, Mnctvano.com

Menjelang Hari Raya Idulfitri, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara Wilayah I melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.1 melakukan percepatan perbaikan sejumlah ruas jalan nasional. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi jalan tetap aman dan nyaman bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik Lebaran.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.1 BPJN Sulut, Sam Haerani, menyampaikan bahwa perbaikan jalan tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung program pemerintah dalam menghadapi arus mudik Idulfitri.

Menurutnya, pemerintah menargetkan kondisi jalan nasional berada pada status mantap, yakni tidak berlubang serta aman dilalui kendaraan.

“Dalam rangka menunjang program pemerintah, menjelang minus lima hingga enam hari sebelum Idulfitri, khususnya jalan nasional diharapkan sudah berada dalam kondisi baik dan mantap. Artinya, jalan tidak berlubang dan aman dilalui oleh para pengendara,” ujar Sam Haerani.

Ia menjelaskan bahwa pihak PPK 1.1 telah melakukan langkah antisipasi sejak awal bulan dengan turun langsung ke lapangan melakukan aksi “sapu lubang”, yakni menutup sejumlah lubang yang ditemukan di ruas jalan nasional yang menjadi tanggung jawab mereka.

Beberapa ruas jalan yang menjadi fokus penanganan di antaranya Manado–Tomohon, Tomohon–Tondano, Airmadidi–Tondano, Ratahan–Belang, serta Langowan–Belang. Ruas-ruas tersebut dinilai memiliki mobilitas kendaraan yang cukup tinggi sehingga perlu mendapat perhatian khusus menjelang masa mudik.

“Kami dari PPK 1.1 sudah mengantisipasi sejak awal bulan dengan turun langsung ke lapangan melakukan sapu lubang di beberapa ruas utama tersebut. Kami menargetkan sebelum 13 Februari 2026 seluruh lubang di ruas-ruas tersebut sudah tertutup,” jelasnya.

Meski demikian, di lapangan masih ditemukan beberapa segmen jalan yang belum dapat ditangani secara maksimal. Hal ini disebabkan adanya pekerjaan lain yang masih berlangsung di lokasi tersebut sehingga proses perbaikan jalan belum dapat dilakukan secara menyeluruh.

Sam Haerani mengungkapkan, kondisi tersebut terjadi di ruas Tondano–Wasian–Kakas–Kawangkoan hingga Langowan–Kawangkoan, khususnya pada segmen 6 dan segmen 7.

“Di ruas tersebut terdapat dua segmen yang belum bisa kami lakukan joint jalan karena masih ada pekerjaan lain yang sedang berjalan. Jika dipaksakan sekarang, hasilnya tidak akan rapi,” ungkapnya.

Ia menegaskan pihaknya memilih menunggu pekerjaan lain tersebut selesai terlebih dahulu agar proses penanganan jalan dapat dilakukan dengan lebih maksimal dan memberikan hasil yang lebih baik bagi masyarakat pengguna jalan.

“Kami menunggu pekerjaan tersebut selesai agar penanganan yang kami lakukan nantinya bisa lebih rapi dan optimal,” pungkasnya.

Meski perbaikan terus digenjot, masyarakat berharap pemerintah tidak hanya melakukan penambalan sementara menjelang momen tertentu saja. Perawatan jalan secara berkala dinilai penting agar kerusakan tidak terus berulang dan membahayakan para pengguna jalan, terlebih saat arus mudik Lebaran yang biasanya mengalami peningkatan signifikan

Redaksi

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *