Harga Sayur dan Sembako Jakarta Hari Ini 11 Juni 2026 : Dampak Kenaikan BBM Mulai Terasa, Cabai Dan Bahan Pokok Merangkak Naik

banner 468x60

Jakarta Selatan, mnctvano.com,-  Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai berdampak pada harga kebutuhan pokok dan sayuran di sejumlah pasar tradisional maupun pasar modern di Jakarta. Pantauan Kamis, 11 Juni 2026, menunjukkan beberapa komoditas mengalami kenaikan akibat meningkatnya biaya distribusi dari sentra produksi menuju ibu kota.

Pedagang mengaku biaya angkut yang lebih tinggi membuat harga jual sejumlah komoditas harus disesuaikan. Kelompok cabai masih menjadi komoditas dengan kenaikan paling terasa. Cabai merah besar kini berada di kisaran Rp105.000 per kilogram, cabai merah keriting Rp89.000 per kilogram, dan cabai rawit merah mencapai Rp88.000 per kilogram. Sementara cabai rawit hijau berada di kisaran Rp50.000 per kilogram.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Selain cabai, sejumlah bahan pokok juga mulai mengalami penyesuaian harga. Bawang merah di tingkat eceran Jakarta dijual sekitar Rp52.000 per kilogram, sedangkan bawang putih mencapai Rp42.000 per kilogram. Beras premium bertahan di kisaran Rp16.500 per kilogram, namun beberapa pedagang memperkirakan harga masih berpotensi naik apabila biaya distribusi terus meningkat.

Komoditas sayuran lainnya juga mengalami perubahan harga. Kentang jumbo dijual sekitar Rp22.000 per kilogram, kol putih Rp18.000 per kilogram, wortel Rp20.000 per kilogram, dan tomat merah Rp18.000 hingga Rp22.000 per kilogram. Sayuran hijau seperti bayam, kangkung, dan sawi hijau masih relatif stabil pada kisaran Rp16.000 hingga Rp25.000 per kilogram.

Menurut sejumlah pedagang pasar, kenaikan BBM berdampak langsung pada ongkos transportasi pengiriman hasil pertanian dari daerah sentra produksi seperti Brebes, Cianjur, Lembang, Bogor, hingga Jawa Tengah menuju Jakarta. Akibatnya harga jual di tingkat konsumen ikut mengalami kenaikan meskipun pasokan barang masih tersedia.

Kondisi ini paling dirasakan oleh ibu rumah tangga, pedagang warung makan, pelaku UMKM kuliner, hingga usaha katering yang menggunakan bahan baku segar setiap hari. Banyak pelaku usaha mulai melakukan penyesuaian menu dan porsi untuk menjaga biaya operasional tetap terkendali.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama instansi terkait diharapkan terus memantau stabilitas harga pangan serta memperkuat distribusi agar gejolak harga tidak semakin membebani masyarakat. Operasi pasar dan pengawasan rantai distribusi dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga pasokan dan harga tetap terkendali.

Warga juga diimbau memanfaatkan informasi harga pangan harian melalui berbagai kanal resmi agar dapat merencanakan belanja dengan lebih bijak. Memilih komoditas yang sedang musim dan memiliki harga lebih terjangkau dapat menjadi salah satu cara menghemat pengeluaran rumah tangga.

Kenaikan BBM memang membawa konsekuensi pada berbagai sektor, termasuk pangan. Namun dengan informasi yang jelas, distribusi yang lancar, serta pengawasan yang baik, masyarakat diharapkan tetap dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa harus menghadapi lonjakan harga yang berlebihan.

Dhika

MNCTVANO.COM Jakarta Selatan

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *