Maumere, Sikka NTT. mnctvano.com,-

Tampak pagi ceria SDK IV Maumere berbeda. Ratusan siswa berkumpul di Aula dengan antusias mengikuti sosialisasi Anti-Bullying yang diinisiasi oleh Seksi Pendidikan Dewan Pastoral Paroki (DPP) Spiritu Santo Misir Maumere Selasa ( 13/1/2026).

Program ini bukan sekadar imbauan, melainkan upaya komprehensif untuk memutus rantai perundungan melalui berbagai sudut pandang.
Dalam sambutan dan materi ringkas, KetuaSeksi Pendidikan DPP Misir, Bapak Petrus Kpalet Lebao menyampaikan bahwa satu poin menarik dalam sosialisasi ini adalah penggunaan literasi sebagai alat pencegahan. Siswa diajak untuk lebih kritis dalam memilah informasi dan berkomunikasi.
“Literasi bukan hanya soal membaca buku, tapi literasi secara sosial bagaimana kita memahami pesan dan berkomunikasi tanpa menyakiti. Dengan meningkatnya literasi digital dan interpersonal, siswa tidak akan mudah terprovokasi untuk melakukan perundungan di dunia nyata maupun media sosial,” ungkap Ketua Seksi Pendidikan DPP.

Dalam pemaparan materi, dari para pakar yang dihadirkan: dari Aspek Hukum: Bapak Rikardus Trofinus Tola, SH, mengingatkan bahwa tindakan perundungan memiliki konsekuensi hukum yang nyata, bahkan bagi anak di bawah umur melalui UU Perlindungan Anak.
“Siswa perlu memahami bahwa tindakan seperti mengintimidasi atau menyebarkan fitnah bukan lagi sekadar kenakalan biasa. Ada payung hukum yang melindungi korban. Edukasi ini bertujuan agar anak-anak sadar akan hak dan kewajiban mereka sebagai warga negara dan warga gereja sejak dini,” tegas praktisi hukum dalam sesi tersebut.
Selain itu, dari sisi psikologis, dr. Fabianus Liskar Kose menekankan sangat penting pemulihan korban dan edukasi bagi pelaku. Dampak perundungan tidak hanya terlihat secara fisik, tapi membekas di batin.
“Luka batin akibat bullying seringkali lebih lama sembuhnya daripada luka fisik. Kita ingin anak-anak memiliki kecerdasan emosional; mereka harus mampu merasakan apa yang dirasakan temannya. Jika kesehatan mental terjaga, prestasi akademik pun akan mengikuti,” jelas konselor kesehatan mental yang mendampingi kegiatan.
Pemateri terakhir pengelola Taman Baca Misir ^Tengah, Ibu Hubertina Afloubun, S.E., M.M mengatakan “Meningkatkan literasi berarti memperluas cara pandang. Ketika seorang anak memiliki literasi yang baik, dia tidak akan mudah terprovokasi untuk mengejek, karena dia memiliki perbendaharaan kata yang baik untuk mengekspresikan diri tanpa harus menjatuhkan orang lain.
Sosialisasi ini ditutup oleh Kepala Sekolah Bapak Donatus Salam, S.Pd menyampaikan terima kasih atas sosialisasi yang bermakna ini, dengan komitmen bersama antara pihak Sie.Pendidikan Paroki, Sekolah, Tim Taman Baca Misir Tengah dan relawan serta orang tua murid. Melalui pendekatan yang lebih humanis, diharapkan Sekolah tidak hanya mencetak siswa yang cerdas secara intelektual, tetapi juga unggul dalam karakter dan budi pekerti.
“Kami ingin anak-anak berangkat ke sekolah dengan senyum, dan pulang ke rumah dengan cerita bahagia, tanpa ada rasa takut akan dirundung,” kata Kepala Sekolah di akhir sosialisasi.
Program Prioritas 2026
Ketua Pelaksana 1 DPP Spiritu Santo Misir Keuskupan Maumere Karinus Duli mengatakan Kegiatan sosialisasi tindakan anti buling adalah salah satu kegiatan prioritas rencana strategis pastoral paroki misir thn 2026.

“Kegiatan ini sangat pastoral untuk mencega korban buling di sekolah dan masyarakat yg biasanya sering tertekan, minder secara psikologis dan enggan sekaligus selalu merasa sulit untuk terlibat atau melibatkan diri dalam kehidupan menggereja dan bermasyarakat, “tegas Karinus.

“Sosialisasi anti buling di sekolah juga sangat strategis untuk membesarkan kepercayaan diri anak sekolah melibatkan diri dalam kehidupan menggereja sekaligus menginspirasi anak berperilaku solider dan humanis selaku anak terang dan yang berkenan di hadapan Allah dalam hidup masyarakat, “pungkasnya.
Yuvenalis Ansina Fernandez








