MASA GERUDUK KANTOR ,KAI DAOP 9 JEMBER PROTES PENYEGELAN RUMAH .

banner 468x60

Jember, Jawa Timur, mnctvano.com,- Gelombang aksi penolakan terhadap penyegelan rumah warga di kawasan Jalan Mawar, Jember, memuncak dengan digelarnya demonstrasi di depan kantor PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (Daop) 9 Jember. Aksi tersebut dipimpin Suwantoro selaku koordinator lapangan dari organisasi Topi Bangsa, yang diketahui diketuai oleh Gus Baiqun.

 

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Massa yang hadir menuntut agar PT KAI Daop 9 Jember menghentikan tindakan penyegelan yang dinilai sepihak dan tidak memiliki dasar hukum yang jelas. Mereka menyebut, hingga saat ini tidak ada surat perintah dari pengadilan maupun kejaksaan, sementara status lahan masih dalam proses sengketa hukum.

 

“Kita ini negara hukum. Kalau memang ada putusan pengadilan yang inkrah, silakan dijalankan. Tapi kalau tidak ada, jangan bertindak sewenang-wenang,” tegas Suwantoro dalam orasinya.

 

Topi Bangsa Tegaskan Sikap

Sebagai organisasi yang diketuai Gus Baiqun, Topi Bangsa menyatakan komitmennya untuk membela warga yang merasa dirugikan. Dalam aksi tersebut, Suwantoro menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar demonstrasi biasa, melainkan bentuk solidaritas untuk menegakkan keadilan.

 

Ia menyebut sebagian warga telah menempati rumah tersebut selama lebih dari 40 tahun, bahkan ada yang mencapai 43 tahun. Beberapa di antaranya disebut memiliki keterkaitan historis sebagai pegawai atau pensiunan di lingkungan perkeretaapian.

 

“Mereka bukan pendatang tiba-tiba. Mereka punya bukti, punya sejarah. Tiba-tiba disegel tanpa ganti rugi dan tanpa negosiasi. Ini penindasan terang-terangan,” ujarnya.

 

“Saya Bertanggung Jawab 100 Persen”

Dalam pernyataan yang memantik sorak dukungan massa, Suwantoro menyatakan dirinya bertanggung jawab penuh atas aksi pembukaan segel rumah warga yang dianggap dilakukan secara ilegal.

 

“Hari ini kita bergerak menyelamatkan warga Jember. Kalau ini dibiarkan, besok bisa jadi rumah kita yang disegel. Saya bertanggung jawab 100 persen atas aksi ini,” katanya.

 

Massa juga menyerukan agar manajemen KAI Daop 9 Jember membuka ruang dialog dan menghormati proses hukum yang masih berlangsung.

Harapan
Dalam orasinya, Suwantoro turut berharap agar pemerintah pusat, termasuk Presiden Prabowo Subianto, dapat melihat langsung kondisi di lapangan dan memastikan kebijakan negara benar-benar berpihak kepada rakyat.

 

“Rakyat yang utama. Jangan sampai negara yang seharusnya memakmurkan rakyat justru dianggap menindas rakyatnya sendiri,” tegasnya.

 

Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan berjalan dalam suasana penuh semangat. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak KAI Daop 9 Jember terkait tuntutan massa.

 

Masyarakat berharap sengketa ini dapat diselesaikan secara adil, transparan, dan mengedepankan musyawarah agar tidak memicu konflik sosial yang lebih luas di Kabupaten Jember.

(RNY)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *