Tiga Orang Diamankan Dalam Razia PETI Darat Belakang SMP 4 Oleh Polres Sintang, Muncul Sorotan Publik, Marak : Sampai Hari Ini DAS Kapuas Sintang Hanya Dilewatkan Petugas!!

Oplus_0
banner 468x60

Sintang,Kalbar– Aparat dari Polres Sintang menggelar razia terhadap aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan belakang SMP 4 Sintang,sehingg memicu protes ketegangan memuncak pada sore di Mapolres setelah terjadi penangkapan tiga orang diduga pekerja PETI tersebut
Sabtu,28/02/2026.

Dalam operasi tersebut, dikabarkan tiga orang berhasil diamankan di lokasi tempat kejadian.Massa dari berbagai penjuru sintangpun mendobrak pagar Mapolres Sintang , berharap dan menuntut aparat profesional dalam melakukan penangkapan.Aksi unjuk rasa juga berlangsung tegang seketika dan kompak memperjuangkan terhadap 3 warga yang telah, diamankan petugas.Masyarakat juga menyoroti terkait penangkapan dilakukan,sebagai korban dan tumbal,karna didepan mata seperti daerah DAS Kapuas Sintang marak aktevitas PETI sampai hari ini, malah di lewati ada apa?”,ucap
warga, kepada wartawan Sabtu,28/02/26 (malam).

Kondisi di area Mapolres Sintang pun sempat panas,dan bersitegang dengan anggota pihak kepolisian, coba lah para cukong-cukong yang ada, jangan selalu masyarakat kecil dijadikan korban”,kata warga.

Ketiga pekerja yang diamankan akhirnya tidak ditahan, setelah orang nomor satu di Kabupaten Sintang Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala dan Anggota DPRD Muhammad Comain,S.H datang langsung kelapangan bersama masa yang ada.Setelah melalui mediasi bersama bupati akhirnya ketiga dibebaskan,dan pihak polres pun membebaskan diduga kuat tekanan massa yang begitu besar.

Pihak kepolisian Kapolres Sintang AKBP Sanny Handityo,S.H.,S.I.K menegaskan,.bahwa tindakan razia tersebut merupakan murni tindakan penegakan hukum oleh Polres Sintang . Langkah tersebut sebagai bentuk komitmen aparat dalam memberantas praktik pertambangan ilegal tanpa ijin, karna melanggar hukum serta berdampak terhadap kerusakan lingkungan”,ucap
Kapolres.

Penangkapan tersebutpun menuai sorotan dari sejumlah pihak. Beberapa warga mempertanyakan langkah penindakan yang dinilai hanya menyasar pekerja di darat, sementara aktivitas PETI di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Kapuas wilayah Sintang disebut-sebut masih berlangsung dan terpantau ramai hingga saat ini.

Menanggapi hal tersebut, masyarakat berharap, aparat penegak hukum dapat bertindak secara menyeluruh dan konsisten tanpa tebang pilih, serta menindak seluruh aktivitas PETI baik yang beroperasi di darat maupun di wilayah perairan DAS Kapuas.

Sampai berita ini diterbitkan, ketiga terduga pelaku telah dibebaskan,dan diduga tekanan massa yang begitu besar. Polres Sintang juga mengimbau masyarakat untuk tidak terlibat dalam aktivitas PETI serta segera melaporkan, apabila mengetahui adanya kegiatan serupa di wilayahnya.(Musa)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *