Diduga Kembali Beroperasi, “Ratu Solar” Linda Jalankan Strategi Baru, APH Diminta Bertindak Tegas

banner 468x60

Diduga Kembali Beroperasi, “Ratu Solar” Linda Jalankan Strategi Baru, APH Diminta Bertindak Tegas

Minahasa,Mnctvano.com 20 Maret 2026

Aktivitas dugaan mafia bahan bakar minyak (BBM) jenis solar ilegal kembali mencuat. Sosok yang dikenal dengan sebutan “Ratu Solar”, Linda, diduga kembali menjalankan operasi distribusi solar ilegal dengan pola yang lebih terstruktur dan rapi.

Berdasarkan hasil penelusuran dan investigasi lapangan, aktivitas ini diduga telah dipersiapkan sejak akhir tahun 2025. Pada tanggal 23 Desember 2025, Linda disebut-sebut membeli satu unit  tangki berkapasitas 8.000 liter di wilayah Makassar. Kendaraan tersebut diduga menjadi armada utama dalam distribusi BBM ilegal.

Selanjutnya, pada 9 Februari 2026, tim investigasi menemukan sebuah gudang penyimpanan solar yang diduga milik Linda di wilayah Sonder. Di lokasi tersebut, ditemukan kendaraan tangki dengan ciri khas kepala berwarna biru yang disebut sebagai milik Linda, memperkuat dugaan adanya aktivitas penyimpanan BBM ilegal.

Tidak berhenti di situ, pada 19 Februari 2026, gudang tersebut diduga telah dikontrakkan kepada salah satu pemain solar ilegal lainnya dengan nilai sewa mencapai Rp50 juta per tahun. Informasi ini diperoleh dari seorang perantara antara penyewa dan pemilik gudang yang enggan disebutkan identitasnya.

Perkembangan terbaru kembali terungkap pada 18 Maret 2026. Tim investigasi menemukan armada tangki kepala biru berkapasitas 8.000 liter di jalur Ratahan menuju Ratatotok. Berdasarkan pengakuan sopir di lapangan, kendaraan tersebut merupakan milik Linda. Sopir tersebut juga sempat mencoba menghubungi Linda, namun tidak mendapatkan respons.

Rangkaian temuan ini memunculkan dugaan kuat bahwa aktivitas distribusi solar ilegal masih terus berlangsung, dengan pola yang diduga semakin tersusun rapi dan sulit terdeteksi. Linda disebut-sebut sebagai aktor utama yang mengendalikan jaringan ini, dengan dugaan keterlibatan pihak lain, termasuk seorang yang berinisial Oggi sebagai pemeran pembantu dalam operasional di lapangan.

Masyarakat pun mulai angkat suara dan mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera melakukan penyelidikan mendalam serta mengambil langkah tegas terhadap dugaan praktik ilegal ini. Selain merugikan negara, aktivitas tersebut juga dinilai berdampak pada distribusi BBM bersubsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai dugaan keterlibatan Linda dan jaringan yang disebut-sebut berada di belakangnya. Namun, publik berharap aparat tidak tinggal diam dan segera mengungkap fakta sebenarnya di balik dugaan praktik mafia solar ini.

Redaksi

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *