Panen Jagung Hibrida BISI 18 di Desa Lusitada, Wujud Nyata Ketahanan Pangan Di Kecamatan Nita

banner 468x60

Maumere, NTT, mnctvano.com,- Upaya memperkuat ketahanan pangan terus digencarkan di Kabupaten Sikka. Salah satunya melalui kegiatan panen jagung hibrida BISI 18 yang dilaksanakan di Dusun Nataweru, Desa Lusitada, Kecamatan Nita, Rabu, 8/4/2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Ketahanan Pangan Tahun Anggaran 2025 yang dikelola oleh Kelompok Tani Lelapigang. Panen berlangsung di kebun milik kelompok tani dengan luas lahan sekitar 3,5 hektare, yang sebelumnya ditanami pada Desember 2025.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Nita, Fransiskus Herpianus Nong Lalang, S.H, bersama jajaran pemerintah kecamatan, aparat desa, penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta unsur kepolisian dari Polsek Nita. Kegiatan panen ini juga dipimpin langsung oleh Kapolsek Nita, IPTU Yermi Y. B. Soludale.

Dalam keterangannya, Camat Nita menyampaikan apresiasi kepada Kelompok Tani Lelapigang yang telah berkomitmen mendukung program ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan secara optimal, meskipun di tengah keterbatasan lahan yang ada di Desa Lusitada.

“Ini adalah bukti bahwa dengan semangat gotong royong dan kerja keras, keterbatasan lahan tidak menjadi penghalang untuk menghasilkan produksi pertanian yang baik. Pemerintah tentu akan terus mendorong dan mendampingi petani agar semakin produktif,” ujarnya.

Dijelaskan, berdasarkan hasil panen, produktivitas jagung hibrida BISI 18 diperkirakan mencapai sekitar 2,77 ton dalam bentuk tongkol basah. Capaian ini dinilai cukup baik dan menjadi indikator positif keberhasilan program ketahanan pangan di tingkat desa.

Sementara itu, Kapolsek Nita, IPTU Yermi Y. B. Soludale, menyatakan dukungannya terhadap program-program strategis pemerintah, khususnya di sektor pertanian yang bersentuhan langsung dengan kesejahteraan masyarakat.
“Kami siap mendukung dan mengawal program ketahanan pangan agar berjalan dengan aman, lancar, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkap IPTU Yermi.

Untuk diketahui, lanjutnya, keterbatasan lahan di wilayah Desa Lusitada, Kelompok Tani Lelapigang memanfaatkan lahan milik anggota yang berada di Dusun Nataweru. Langkah ini menjadi contoh kolaborasi dan inovasi masyarakat dalam mengoptimalkan potensi yang ada.

Kegiatan panen ini juga dihadiri oleh Kasi Pemerintahan Kecamatan Nita Petrus Bura, Kepala Desa Lusitada, PPL Desa Lusitada, Kanit Binmas Polsek Nita Aipda Fransiskus Hubertus, Bhabinkamtibmas Brigpol Aprianus I. Reko, serta seluruh anggota Kelompok Tani Lelapigang.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat petani dalam meningkatkan produksi pertanian terus tumbuh, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah menuju kemandirian pangan yang berkelanjutan di Kabupaten Sikka.

Yuvenalis A. Fernandez

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *