Maumere, NTT, mnctvano.com,- Pertemuan Koordinasi Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat ( TPKJM) tingkat Kecamatan Alok Kabupaten Sikka Program Bersahaja yang diselenggarakan Yayasan PAPHA berlangsung di Aula Kantor Camat Alok Selasa ( 28/4/2026).
Hadir pada kesempatan itu Camat Alok Rudolf M. Cherubim Newar, Community Organizer ( CO) PAPHA Indonesia Sofia Maria Dolorosa ( Kelurahan Kota Uneng) Marselina Dua Hering ( Kelurahan Madawat) dan Emilianus Esek Soge.
Dalam diskusi TPKJM Kecamatan Alok terungkap yang menjadi kendala persediaan obat dan KIS Orang Disabilitas Psikososial ( ODDP) di nonaktifkan.
“Selama ini kendala utama yang dihadapi adalah persediaan obat dan KIS Orang Dengan Disabilitas Psikososial di nonaktifkan jadi perlu ditingkatkan kerjasama lintas sektor sehingga betul-betul hal ini bisa teratasi, ” ujar CO PAPHA Indonesia Marselina Dua Hering
Community Organizer PAPHA Indonesia Sofia Maria Dolorosa pada kegiatan tersebut mengatakan latar belakang
Proyek Bersama untuk Flores yang Sehat Jiwa (BERSAHAJA) yang dilaksanakan oleh Konsorsium 3 lembaga yakni Yayasan JPM Kupang, Yayasan PAPHA Indonesia Sikka dan Yayasan AYO Indonesia Manggarai dan didukung oleh CBM International dan Pemerintah Australia (DFAT) telah memasuki tahun ketiga, dan saat ini kader kesehatan jiwa yang dibentuk bersama pemerintah desa/kelurahan telah berkegiatan secara rutin kurang lebih 2 tahun bersama tenaga kesehatan dan yayasan PAPHA.
Dalam proses selama 2 tahun ini lanjut Sofie biasa disapa banyak hal yang sudah dialami dan dihadapi baik keberhasilan maupun tantangan.
Berkaitan dengan hal tersebut , maka dipandang perlu untuk mengadakan sebuah pertemuan ditingkat kecamatan untuk melakukan koordinasi, evaluasi dan perencanaan pelaksanaan peran kader kesehatan jiwa, tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan dan pemerintah desa/kelurahan.
“Hal ini penting agar semua dapat mengidentifikasi dan memahami peran yang harus dilaksanakan sehingga penndampingan kepada ODDP dapat semakin lebih baik lagi.
Dalam kegiatan ini, akan didiskusikan hal-hal yang mencakup 4 upaya kesehatan jiwa yakni Promotif, Preventif, Kuratif dan Rehabilitatif antara lain : direncanakan untuk menyepakati lebih detil tentang mekanisme rujukan kasus kesehatan jiwa dari desa hingga fasilitas pelayanan kesehatan tingkat lanjut, melakukan update dan indentifikasi ODDP baik dampingan BERSAHAJA maupun bukan dampingan untuk memperoleh data penyandang disabilitas psikososial, selain menjadi data puskesmas dan kader keswa untuk pendampingan, juga untuk memperoleh data penyandang disabilitas yang dapat diajukan kepada dinas sosial dan Bapperida untuk kepentingan penyusunan rancangan peraturan bupati tentang penyandang disabilitas, “tegas Sofie.
Selain itu, tambah Sofie meng-update dan mengidentifikasi tantangan dan solusi/praktek baik untuk mengatasi persoalan ODDP di desa/kelurahan masing-masing, kemudian akan menyusun rencana tindak lanjut dalam tahun 2026, apakah 6 bulan atau 1 tahun.
Dengan demikian, sinergitas antara puskesmas, kader keswa, pemerintah desa/kelurahan dan Yayasan PAPHA untuk pendampingan ODDP dapat semakin baik kedepannya, dan proses akhir pendampingan proyek BERSAHAJA dapat berjalan baik.
Tujuan
Tujuan dari kegiatan ini kata Sofie
1.Peserta kegiatan dapat memahami alur sistem rujukan, memberikan masukan dan menyepakati alur ini dalam proses pendampingan ODDP
2.Peserta kegiatan dapat mengidentifikasi dan meng-update jumlah, kondisi dan kebutuhan ODDP yang ada di desa masing-masing baik dampingan BERSAHAJA maupun bukan dampingan
3.Peserta kegiatan dapat mengidentifikasi tantangan dan solusi atau praktek baik dalam mengatasi tantangan yang dihadapi
4.Peserta kegiatan dapat merencanakan kegiatan dan hal-hal lain yang dapat dilakukan di Tahun 2026
Hasil
Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah :
1.Peserta memahami dan menyepakati alur sistem rujukan dalam proses pendampingan ODDP
2.Tersedia data jumlah ODDP dengan kondisi dan kebutuhannya di masing-masing desa
3.Tersedianya identifikasi tantangan dan praktek baik dari masing-masing desa dalam mendampingi ODDP
4.Tersedianya rencana kegiatan TPKJM Kecamatan Alok tahun 2026
Peserta Kegiatan
Peserta kegiatan ini di setiap kecamatan terdiri dari :
Kecamatan Alok :
Pemerintah Kecamatan Alok,
Puskesmas Kopeta : Puskesmas Teluk,
Bhabinkamtibmas
Bhabinsa ,
Pemerintah Kelurahan Madawat, Nangalimang, Kabor, Kota Uneng, Kader Kesehatan Jiwa
Kasipem/BPD dari Desa/Kelurahan
TKSK Kecamatan Alok
Pendamping PKH :, dan Toga / Tomas dan Staf Yayasan PAPHA
Apresiasi
Camat Alok Rudolf M. Cherubim Newar pada penutupan kegiatan tersebut memberikan apresiasi yang tinggi kepada Yayasan PAPHA, KKI, Biara Camillian yang sangat peduli dengan ODDP.
“Tidak semua orang atau Yayasan peduli dengan ODDP. Patut kita beri apresiasi untuk PAPHA dengan Program BERSAHAJA, KKI dan Biara Camillian yang betul-betul bekerja dengan hati menangani ODDP, ” ujar Chery Newar biasa disapa.
Terkait persediaan obat yang masih menjadi kendala utama Chery Newar minta dukungan dari masyarakat dan lembaga bisa sama-sama mencari jalan keluar.
“Masih banyak kesulitan terkait anggaran terutama obat. Obat ini sangat penting bagi ODDP. Kalau ada obat dan mereka minum itu normal kalau tidak ada obat bisa mengamuk, ” kata Chery Newar.
Chery mengajak para peserta untuk memberikan perhatian penuh dan melihat ODDP dengan hati. “Jika kita selalu memperhatikan orang- orang kecil dan terpinggirkan, miskin terlantar dan dijauhi masyarakat, yakinlah pasti kita mendapat berkat, ” pungkasnya.
Yuvenalis A. Fernandez











