Banyuwangi, Jawa Timur, mnctvano.com,- Sebagai wujud ikhtiar mendekatkan diri kepada Tuhan sekaligus mempererat hubungan antar warga, Info Warga Banyuwangi (IWB) menggelar Majelis Sholawat bersama Jamaah Mohabbatun Nabi Singojuruh. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat malam ini menjadi ajang silaturahmi yang menyatukan unsur pers, pemerintah, aparat keamanan, ulama, dan seluruh lapisan masyarakat. 19 Juni 2026
Suasana berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan, dengan kehadiran perwakilan Forkopimda Banyuwangi, Forkopimka Kabat, jajaran Kodim 0825/Banyuwangi, Lanal Banyuwangi, Yonif 515/UYD/9/2 Kostrad, Brigif 9/Dharaka Yudha, Dinas Kominfo, Dinas Lingkungan Hidup, Persatuan Pemuda Desa Kedayunan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga sekitar.
Ketua IWB, Abi arbain menyampaikan bahwa pertemuan ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan sarana memanjatkan doa sekaligus membangun kesadaran bersama dalam menjaga masa depan daerah.
“Lewat majelis ini, kita berdoa agar Banyuwangi senantiasa dilimpahkan keberkahan, kedamaian, dan keamanan. Kami juga memohon agar daerah ini terbebas dari korupsi yang merugikan rakyat, serta terhindar dari kerusakan lingkungan yang bisa mengancam kehidupan generasi mendatang,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kemajuan pembangunan harus selaras dengan nilai kejujuran, keterbukaan, dan kepedulian terhadap alam, agar hasilnya benar-benar dapat dinikmati secara berkelanjutan.
Kasat Binmas Polresta Banyuwangi, Kompol Basori Alwi, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif IWB. Ia menilai komunitas ini telah menjadi mitra yang andal bagi kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Kami sangat berterima kasih atas kontribusi nyata yang telah diberikan IWB. Kerja sama yang terjalin seperti ini harus terus dijaga agar situasi di Banyuwangi tetap aman, damai, dan kondusif,” katanya.
Basori juga mengajak seluruh warga untuk terus memelihara kerukunan, memperkuat rasa kebersamaan, serta melestarikan kearifan lokal sebagai identitas dan benteng persatuan di tengah perubahan zaman.
“Nilai-nilai warisan leluhur adalah kekuatan yang akan menjaga kita tetap bersatu dalam menghadapi berbagai tantangan,” tambahnya
Sementara itu, mewakili Bupati Banyuwangi, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Brammuda menyampaikan rasa terima kasih atas doa dan dukungan yang dipanjatkan. Ia menyadari kondisi ekonomi global yang sedang menghadapi tantangan berat turut berdampak pada situasi di daerah.
“Konflik di sejumlah negara berpengaruh pada nilai tukar mata uang dan harga barang kebutuhan. Namun, Pemkab Banyuwangi terus berusaha meminimalkan dampaknya, salah satunya dengan menggelar kembali program Grebek Pasar agar masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau,” jelasnya.
Di bidang pendidikan, lanjutnya, pembangunan program Sekolah Rakyat sedang berjalan untuk membuka akses belajar seluas-luasnya bagi warga kurang mampu. Selain itu, tersedia pula layanan Sistem Penanganan Masalah (SPM) dan program Garda Ampuh sebagai jaring pengaman sosial bagi warga yang membutuhkan bantuan.
“Pemerintah hadir untuk menjembatani kebutuhan masyarakat. Kami pastikan tidak ada warga yang tertinggal dalam mendapatkan hak-hak pelayanan dasarnya,” tegas Brammuda.
Acara ditutup dengan lantunan sholawat yang menggema, menambah kehangatan suasana kebersamaan. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bukti nyata persatuan, untuk mewujudkan Banyuwangi yang aman, harmonis, maju, serta tetap menjunjung tinggi integritas, budaya, dan kelestarian lingkungan hidup.
(Nur)
Kabiro







