Lokasi Tambang emas di Ratatotok kabupaten Minahasa tenggara (Nona Hoa) kini kembali menjadi Sorotan publik di karenakan adanya komplotan Brigadir Mobil (Brimob) Kelapa Dua dan beberapa personil TNI

banner 468x60

Ratatotok-Mnctvano.com

Lokasi Tambang emas di Ratatotok kabupaten Minahasa tenggara (Nona Hoa) kini kembali menjadi Sorotan publik di karenakan adanya komplotan Brigadir Mobil (Brimob) Kelapa Dua dan beberapa personil TNI. Gerombolan aparat tak diundang yang berkelakuan seperti Koboy itu masuk secara ilegal pada Senin (3/8/2026), lalu membuang tembakan membabi buta di lahan milik Lole Pantow, wilayah Nona Hoa, Ratatotok, Minahasa Tenggara.

Tindakan biadap sekelompok oknum aparat ini membuat para pencari kerja marah besar karena merusak konsentrasi kerja anggota masyarakat Ratatotok.“Kami ini warga asli Ratatotok yang mencari uang bekerja di lahan tambang. Hanya mencari bayaran Rp250 ribu tiap hari. Sementara kerja tiba – tiba muncul Brimob Kelapa Dua dan anggota TNI main buang tembakan.

Sebenarnya mereka itu siapa? Siapa yang bayar mereka untuk datang usir warga asli?,” ujar Jemy, salah satu pekerja yang mengirim dokumentasi insiden pengusiran aparat ke meja redaksi pada Senin pagi.Menyikapi insiden tembakan liar di lokasi tambang itu , warga meminta Gubernur Sulut Yulius Selvanus agar membantu membangun komunikasi dengan Kapolri dan Panglima TNI untuk segera mengamankan pasukan agar tidak mengganggu masyarakat yang mencari nafkah di lokasi tambang.Ia menambahkan, kemungkinan besar PT Minselano adalah pihak yang menghadirkan gerombolan anggota Brimob dan TNI di lokasi tersebut.” IUP Minselano sudah lama mati.

Terus kenapa aparat datang lagi ke sini? Untuk tujuan apa ke sini? Bikin kacau lokasi tambang?,” teriak warga.“Kami mencari nafkah di tanah warga Ratatotok pak. bukan di atas tanah negara. mohon tertibkan aparat agar tidak mengganggu masyarakat yang fokus bekerja,” pesan Jemy mewakili semua pekerja tambang Nona Hoa, Ratatotok.Hingga berita ini ditayangkan, pihak wartawan kami masih berupaya mencari tanggapan Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling.

david

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60