AHMAD HOIROZI SOROTI PENGAWASAN DAPUR PROGRAM MBG SAAT RESES BERSAMA WARGA ,

banner 468x60

Jember, Jawa Timur, mnctvano.com

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Anggota DPRD Kabupaten Jember dari Fraksi Gerindra Komisi B, Ahmad Hoirozi, melaksanakan kegiatan reses masa persidangan I tahun 2026 dengan menyerap berbagai aspirasi masyarakat. Dalam pertemuan tersebut, sejumlah isu terkait program pemerintah menjadi perhatian, khususnya pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Sumbersari.

Dalam dialog bersama warga, Hoirozi menilai program tersebut merupakan langkah positif pemerintah dalam meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat. Namun ia menekankan bahwa pelaksanaannya di lapangan harus diawasi secara ketat agar tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, dari hasil evaluasi yang dilakukan, terdapat puluhan dapur penyedia makanan dalam program MBG yang belum sepenuhnya memenuhi persyaratan administrasi maupun teknis. Ia menyebutkan sekitar 60 dapur telah mendapatkan peringatan, bahkan sebagian di antaranya ditutup sementara karena belum memenuhi ketentuan perizinan.

“Programnya sangat baik karena menyasar kepentingan masyarakat. Namun pelaksanaannya tetap harus mengikuti aturan. Dari evaluasi kemarin ada sekitar 60 dapur yang sudah diperingati dan beberapa di antaranya ditutup sementara,” kata Hoirozi.

Menurutnya, dapur yang terlibat dalam program tersebut wajib memenuhi sejumlah persyaratan perizinan, di antaranya memiliki izin LSHL serta izin Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

“Kalau dapur MBG belum memiliki izin LSHL dan IPAL, maka seharusnya tidak diperbolehkan beroperasi dan harus dicoret,” ujarnya.

Meski demikian, Hoirozi menyebut pihaknya masih memberikan kesempatan bagi dapur yang baru beroperasi sekitar satu bulan untuk melengkapi perizinan yang diperlukan. Namun bagi dapur yang telah beroperasi hingga satu tahun tetapi belum memenuhi persyaratan, menurutnya tidak dapat lagi diberikan toleransi.

Menurutnya, karena program tersebut menggunakan anggaran negara, maka standar porsi makanan harus benar-benar dijaga.

Ia mengungkapkan adanya temuan di lapangan terkait pengurangan porsi makanan yang seharusnya diterima masyarakat

Hoirozi menambahkan bahwa dalam pelaksanaan program MBG sebenarnya sudah terdapat perhitungan kebutuhan makanan secara berkala, termasuk perencanaan distribusi
untuk periode tertentu, seperti kebutuhan makanan

//Rony//

Oplus_131072
banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *