Jember, Mnctvona.com 26 Oktober 2025
Suasana meriah dan semangat bagi warga Desa Arjasa Kecamatan Sukowono saat ini dengan gelaran kirap budaya dengan Karnaval melaksanakan konvoi dalam rangka bersih desa atau selamatan desa.
Yang mana kemarin juga sudah dilaksanakan pengajian dan selamatan desa.

Acara ini sangat memikat perhatian warga dan pengunjung dengan penampilan spektakuler yang mencerminkan kekayaan budaya dari berbagai daerah yang ada di Indonesia. Minggu (26/10/2025).
Kirap budaya karnaval yang diikuti oleh berbagai elemen,masarakat RT RW dan dusun. Setiap peserta tampil dengan kostum khas, dekorasi menarik, dan koreografi yang memukau, membuat jalannya kirap budaya dengan karnaval terasa hidup dan penuh semangat kebangsaan.
Walaupun cuaca mendung dan bercampur gerimis bahkan sampai petang peserta tetap bersemangat untuk membuat kemeriahan perayaan kirap budaya karnaval demi bersih desa Arjasa kecamatan Sukowono.
Kepala Desa Arjasa H Faisol menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh warga yang telah menunjukkan antusiasme dan gotong royong demi kesuksesan acara tersebut.

“Saya sangat berterima kasih kepada seluruh masyarakat Arjasa yang begitu antusias dan kompak memeriahkan kirap budaya karnaval ini. Semoga kegiatan ini bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga memberi dampak ekonomi yang positif, khususnya bagi para pelaku UMKM,”
Pernyataan tersebut bukan tanpa alasan. Sepanjang jalur karnaval, puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal terlihat memanfaatkan momen ini untuk berjualan aneka produk, mulai dari kuliner tradisional, kerajinan tangan, hingga aksesori khas daerah. Tingginya jumlah pengunjung membuat penjualan mereka meningkat signifikan dibanding hari-hari biasa.
Acara tersebut juga dihadiri oleh Kapolsek dan jajarannya Danramil beserta para Babinsa kecamatan Sukowono.
Saat ini kepala desa Arjasa H Faisol yang mengawal jalannya peserta yang turut serta dalam kegiatan karnaval.
Berbagai sound sistem horeg ditampilkan mengiringi peserta karnaval membuat peserta makin bersemangat walaupun waktu yang lama untuk menempuh perjalanan dari Star menuju finish sekitar 3 kilo yang ditempuh.
Menurut beberapa pedagang, omzet penjualan selama acara bisa melonjak hingga dua kali lipat. “Alhamdulillah, dagangan cepat habis. Banyak pembeli yang datang dari luar desa juga,” ungkap salah satu penjual jajanan tradisional di area kirap budaya karnaval.
Selain memberikan hiburan dan memperkuat rasa persatuan, Karnaval Desa Arjasa juga membuktikan bahwa kegiatan berbasis budaya dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal. Panitia berharap, keberhasilan tahun ini bisa menjadi pijakan untuk menyelenggarakan acara yang lebih besar dan berdampak di tahun-tahun berikutnya.
Reporter Untung R











