DARI SECANGKIR KOPI LAHIR GAGASAN BESAR : KOLABORASI LINTAS PROFESI, SIAPKAN WEBINAR CERTIFIED NEGOTIATOR KELAS SINTANG 2026 DAN PERLUAS AKSES BEASISWA PENDIDIKAN

Oplus_131072
banner 468x60

Sintang, Kalbar – Sejarah perubahan besar sering kali tidak lahir dari ruang rapat mewah atau forum formal berskala besar. Banyak gagasan yang mampu mengubah masa depan justru berawal dari percakapan sederhana, pertemuan yang hangat, dan kesamaan visi untuk menciptakan perubahan. Hal inilah yang tergambar dalam pertemuan lintas profesi yang berlangsung di Warkop Kopi Saring Melawi,
Sabtu,(13/06/2026).

Sejumlah tokoh dari berbagai bidang berkumpul untuk membahas satu agenda besar: membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Di tengah dinamika perkembangan teknologi, perubahan dunia kerja, serta persaingan global yang semakin kompleks, peningkatan kualitas SDM menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda. Kesadaran inilah yang mendorong lahirnya sebuah gerakan kolaboratif yang tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan, tetapi juga membuka akses pendidikan dan memperkuat budaya belajar sepanjang hayat di tengah masyarakat.

Pertemuan tersebut diprakarsai oleh Welson Mandala, S.Kep., M.Kes., CWCCA., C.Neg., C.PSM., C.HL., C.MG., yang selama ini dikenal aktif menginisiasi berbagai program pengembangan kapasitas masyarakat melalui pendidikan, pelatihan, penguatan jejaring profesional, serta pemberdayaan komunitas. Menurutnya, kemajuan suatu daerah tidak cukup diukur dari pembangunan infrastruktur semata, tetapi harus ditopang oleh kualitas manusianya.

“Daerah yang maju bukan hanya memiliki gedung yang megah atau jalan yang baik, tetapi memiliki masyarakat yang mampu berpikir kritis, berkomunikasi efektif, beradaptasi dengan perubahan, dan berani mengambil peluang. Investasi terbaik yang dapat kita lakukan hari ini adalah investasi pada manusia,” ungkap
Welson
Sabtu,12/06/26.

Diskusi tersebut dihadiri oleh Adiantos, S.Kep., M.M.,C.PSM, selaku Kepala Sekolah SMK Bina Sabjanoba Nanga Pinoh, Nyabang, S.Kom., C.PPS., C.Neg., C.PSM. yang merupakan Business and Financial Consultant, Kiky Farel, C.Neg. praktisi marketing, Wardi,C.Neg.,C.PSM, selaku Marketing dan Financial Consultant, serta Melitono,C.Neg.,C.PSM, Kepala Desa Sungai Mawang.

Keberagaman latar belakang peserta menunjukkan bahwa pembangunan SDM bukanlah tanggung jawab satu sektor saja. Dunia pendidikan, pemerintahan, bisnis, organisasi sosial, hingga masyarakat desa memiliki peran yang sama penting dalam menciptakan generasi yang mampu bersaing dan memberikan kontribusi nyata bagi daerah.

Salah satu agenda utama yang dibahas adalah persiapan Webinar Certified Negotiator (C.Neg.) Kelas Sintang Tahun 2026, sebuah program pelatihan berbasis kompetensi yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dan negosiasi masyarakat dari berbagai kalangan.

Gagasan penyelenggaraan kelas khusus bagi masyarakat Sintang muncul setelah tingginya antusiasme peserta pada Webinar Certified Negotiator yang sukses dilaksanakan pada
Selasa, 26/Mei/2026 serta, meningkatnya minat masyarakat terhadap Webinar Public Speaking for Motivator yang akan berlangsung pada 20 Juni 2026. Menariknya, peserta kegiatan tersebut tidak hanya berasal dari berbagai kabupaten di Kalimantan Barat, tetapi juga dari Kalimantan Tengah. Fakta ini menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap pelatihan pengembangan diri dan kompetensi profesional semakin meningkat.

Melihat fenomena tersebut, panitia bersama berbagai pihak mulai mempersiapkan Webinar Certified Negotiator Kelas Sintang yang direncanakan berlangsung pada Juli 2026. Saat ini jadwal pelaksanaan masih dalam tahap finalisasi.

Menurut Welson Mandala, kemampuan negosiasi merupakan salah satu keterampilan strategis yang sangat dibutuhkan di abad ke-21. Negosiasi bukan sekadar proses mencapai kesepakatan, melainkan kemampuan membangun hubungan, mengelola perbedaan, menyelesaikan konflik, menciptakan solusi bersama, serta membangun kepercayaan dalam berbagai aspek kehidupan.

“Setiap hari kita melakukan negosiasi, baik dalam keluarga, sekolah, organisasi, pemerintahan, pelayanan publik, maupun dunia usaha. Namun tidak semua orang memahami teknik dan strategi negosiasi yang efektif. Karena itu pelatihan ini hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut,” jelasnya.

Lebih dari sekadar pelatihan, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang belajar yang mampu mempertemukan berbagai kalangan untuk saling berbagi pengalaman, memperluas jejaring, dan meningkatkan kapasitas diri.

Selain membahas persiapan webinar, forum tersebut juga mengangkat isu strategis mengenai perluasan akses pendidikan bagi generasi muda. Dalam kesempatan itu, Adiantos memaparkan program penerimaan peserta didik baru SMK Bina Sabjanoba yang didukung kerja sama dengan Apkasindo Kalimantan Barat melalui skema beasiswa pendidikan, khususnya bagi siswa yang memilih Jurusan Agribisnis Tanaman Perkebunan (ATP).

Program ini dinilai sangat relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah karena membuka kesempatan yang lebih luas bagi lulusan SMP untuk memperoleh pendidikan berkualitas sekaligus menyiapkan tenaga kerja yang kompeten di sektor agribisnis dan perkebunan, salah satu sektor unggulan Kalimantan Barat.

Sementara itu, Nyabang menilai pertemuan lintas profesi seperti ini merupakan model kolaborasi yang perlu terus dikembangkan. Menurutnya, tantangan pembangunan saat ini tidak dapat diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi berbagai pihak.

“Forum seperti ini membuka ruang dialog yang produktif. Bukan hanya membahas kegiatan jangka pendek, tetapi juga melahirkan gagasan strategis yang dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ujarnya.

Pandangan serupa disampaikan oleh Kiky Farel. Ia menegaskan bahwa kemampuan public speaking dan negosiasi saat ini telah menjadi kebutuhan dasar bagi siapa saja yang ingin berkembang dalam dunia kerja maupun usaha.

“Kemampuan berbicara dan bernegosiasi merupakan modal penting untuk membangun karier, memperluas peluang usaha, serta meningkatkan daya saing. Pelatihan seperti ini merupakan investasi yang nilainya akan terus dirasakan dalam jangka panjang,” katanya.

Dukungan juga datang dari Kepala Desa Sungai Mawang, Melitono. Menurutnya, pembangunan daerah memerlukan kolaborasi yang nyata antara masyarakat, pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor swasta.

“Harapan kami, pertemuan ini tidak berhenti sebagai forum diskusi semata. Semoga lahir program-program yang memiliki target jelas, berkelanjutan, dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” ungkapnya.

Webinar Certified Negotiator Kelas Sintang nantinya akan terbuka bagi pelajar, mahasiswa, guru, ASN, kepala desa, perangkat desa, tenaga kesehatan, pelaku UMKM, pengusaha, sales marketing, financial consultant, aktivis organisasi, tokoh masyarakat, pemimpin lembaga keagamaan, karyawan swasta, pencari kerja, hingga masyarakat umum yang ingin meningkatkan kemampuan komunikasi dan negosiasi.

Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu menguasai teknik komunikasi efektif, memahami strategi negosiasi profesional, meningkatkan kepercayaan diri, mengelola konflik secara konstruktif, memperkuat kepemimpinan, memperluas jejaring profesional, serta meningkatkan kompetensi yang mendukung pengembangan karier dan usaha.

Seluruh peserta yang hadir sepakat bahwa masa depan Kabupaten Sintang sangat ditentukan oleh kualitas manusianya. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas SDM harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Menutup pertemuan, Welson Mandala mengajak masyarakat untuk tidak melewatkan kesempatan berharga ini.

“Perubahan besar selalu diawali oleh keputusan untuk belajar. Jangan menunggu sampai kesempatan datang berkali-kali. Saat ilmu tersedia, saat akses terbuka, dan saat kolaborasi sedang dibangun, itulah waktu terbaik untuk mengambil bagian. Webinar Certified Negotiator Kelas Sintang bukan sekadar pelatihan, tetapi langkah awal menuju pribadi yang lebih kompeten, lebih percaya diri, dan lebih siap menghadapi masa depan.

Dari secangkir kopi, lahirlah sebuah gagasan. Dari gagasan, lahir kolaborasi. Dan dari kolaborasi, diharapkan lahir generasi yang lebih unggul untuk Kabupaten Sintang. Sebab pembangunan terbaik bukan hanya membangun jalan, gedung, atau fasilitas, melainkan membangun manusia yang mampu membawa daerahnya melangkah lebih jauh menuju masa depan yang lebih maju, berdaya saing, dan bermartabat.(red)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *