Dua Nyawa Melayang di jalan Puger, Pembiaran yang Berulang Kembali Makan Korban

banner 468x60

Jember jawa Timur, mnctvano.com,- Tragedi kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di Puger, Minggu (12/4/2026). Sebuah truk pengangkut semen milik PT Imasco terlibat insiden maut yang merenggut dua nyawa. Peristiwa ini bukan sekadar kecelakaan biasa, melainkan potret nyata dari kelalaian yang terus dibiarkan berulang.

Sebelum kejadian ini, warga telah berkali-kali menyuarakan protes terkait jam operasional truk-truk besar yang dinilai tak terkendali. Aktivitas kendaraan berat yang melintas di jam-jam padat bukan hanya mengganggu arus lalu lintas, tetapi juga menjadi ancaman nyata bagi keselamatan masyarakat. Namun, peringatan tersebut seolah tidak pernah benar-benar dianggap serius.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Kini, kekhawatiran itu menjelma menjadi kenyataan pahit. Dua nyawa melayang, seakan menjadi “harga” dari pembiaran yang tak kunjung ditindaklanjuti. Tidak adanya pembatasan jam operasional dan lemahnya pengawasan memperlihatkan kegagalan dalam melindungi ruang publik dari risiko yang sudah sejak lama diprediksi.

Pertanyaan mendasar pun mencuat: di mana peran pengawasan? Mengapa suara warga yang sudah jelas memperingatkan bahaya justru diabaikan? Jika tragedi seperti ini terus berulang, maka ini bukan lagi soal kecelakaan, melainkan kelalaian sistemik yang dibiarkan terjadi.

Peristiwa di Puger harus menjadi titik balik. Pemerintah daerah dan pihak perusahaan tidak bisa lagi berlindung di balik dalih prosedur. Penataan ulang jam operasional, pengawasan ketat kendaraan berat, hingga evaluasi menyeluruh harus segera dilakukan. Jika tidak, maka setiap korban berikutnya adalah konsekuensi dari sikap abai yang terus dipelihara.

Roni baron

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *