Ambon, mnctvano – Pertamina Patra Niaga memastikan bahwa stok BBM di Kota Ambon tetap dalam kondisi aman. Peningkatan konsumsi yang terjadi dalam dua hari terakhir terutama disebabkan oleh meningkatnya kebutuhan masyarakat, serta adanya isu yang beredar di media sosial yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Hal ini disampaikan Ispiani Abbas, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua-Maluku setelah mengikuti Rapat Dengar Pendapat antara Komisi II DPRD Maluku bersama Pertamina Patra Niaga di Kantor DPRD Provinsi Maluku, pada Rabu (01/04) kemarin.
Penegasan ketersediaan stok ini juga disampaikan langsung oleh Ketua Komisi II DPRD Maluku, Irawadi kepada awak media. Kepastian tersebut diperoleh setelah Komisi II DPRD Maluku menggelar rapat bersama Pertamina Patra Niaga guna membahas kondisi stok serta distribusi BBM di Maluku.
“Kesimpulannya, untuk seluruh produk, stok aman. Fenomena antrean panjang yang terjadi bukan disebabkan oleh kosongnya stok BBM, kalau kelangkaan itu berarti tidak ada BBM yang dijual. Faktanya BBM tetap tersedia. Hanya saja terjadi antrean karena hari pertama masuk kerja, anak sekolah mulai aktif kembali, ditambah isu kenaikan harga dan informasi lain yang belum tentu benar yang membuat masyarakat panik,” jelasnya.
DPRD Maluku turut mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya, dan menekankan pentingnya sikap bijak dalam menyikapi informasi, agar tidak menimbulkan kepanikan yang dapat mempengaruhi situasi di publik.
“Tidak perlu panik. Stok BBM aman, distribusi berjalan normal, dan situasi tetap terkendali. Kami harap masyarakat bisa lebih tenang dan tidak mudah terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Peran masyarakat sangat penting dalam menjaga stabilitas distribusi BBM dengan tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying,” pungkasnya.
Ispiani, menambahkan stok saat ini di Integrated Terminal Wayame yang melayani kebutuhan BBM di Kota Ambon berada di atas standar minimum yang ditetapkan pusat, dengan alur pasokan yang terus berjalan normal.
“Dari sisi stok kami sampaikan aman. Distribusi juga dilakukan penyesuaian dimulai lebih pagi dan selesai lebih malam sebagai antisipasi konsumsi di keesokan harinya. Kami berkomitmen terus menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat,” ujar Ispiani.
Per hari ini, kondisi penyaluran di SPBU yang berada di Kota Ambon telah berangsur normal dan tidak terdapat antrian panjang.
Selain itu, Pertamina Patra Niaga kembali mengingatkan masyarakat juga diminta melakukan pembelian sesuai kebutuhan dan penggunaan BBM wajar, tidak perlu membeli berlebihan.
“Kami evaluasi adanya antrian kemarin terjadi karena sebagian masyarakat panik akibat informasi yang kurang tepat, padahal distribusi berlangsung normal dan terus-menerus. Pada saat adanya lonjakan konsumsi pun Pertamina masih melakukan distribusi ke SPBU, artinya stok sekali lagi kami terus jaga tersedia dan aman, masyarakat silahkan ke SPBU dan membeli sesuai kebutuhannya,” tutupnya.
Apabila mayarakat membutuhkan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135 atau melalui saluran resmi www.pertaminapatraniaga.com.
Penulis: Nunik











