MELAWI,Kalbar– Dalam rangka memeriahkan pelaksanaan Gawai Dayak ke-XVIII Kabupaten Melawi Kalimantan Barat, Stand Dewan Adat Dayak (DAD) Kecamatan Belimbing menghadirkan berbagai kegiatan adat dan kebersamaan, termasuk penyediaan makan siang khusus bagi masyarakat asal Kecamatan Belimbing maupun pengunjung lainnya, yang hadir di area stan gawai DAD Kecamatan Belimbing.
Program makan siang tersebut menjadi salah satu bentuk kebersamaan dan kepedulian dan inisiatif untuk pertama kalinya dilaksanakan oleh Stand DAD Kecamatan Belimbing. Kegiatan ini merupakan hasil gagasan bersama Camat Belimbing Vivi Sukanti,S.Sos.,M.AP bersama pengurus DAD serta didukung penuh oleh seluruh pemerintah desa se-Kecamatan Belimbing.
Wakil Ketua Panitia Stand DAD Kecamatan Belimbing, Alianus, S.AP menyampaikan bahwa, kegiatan tersebut menjadi simbol kekompakan masyarakat dalam mendukung pelestarian budaya Dayak sekaligus mempererat tali persaudaraan antarwarga.
“Penyediaan makan siang ini merupakan pertama kali kami lakukan dalam suasana gawai Dayak tahun ini.Bersama panitia kita sudah siang juga bersama dari kantor Camat Belimbing. Dan ini juga adalah ide dari Ibu Camat bersama pengurus DAD serta kerja sama seluruh,pemerintah desa se-Kecamatan Belimbing. Kami ingin masyarakat yang datang bisa merasakan kebersamaan dan kekeluargaan dalam suasana Gawai Dayak,”ucap
Alianus,S.AP
Kepada wartawan
Kamis,28/05/26.
Selain menyediakan makan siang, Stand DAD Kecamatan Belimbing juga akan menghadirkan prosesi adat minum Tuak Pemali yang rencananya akan dibuka langsung oleh Wakil Bupati Melawi, Malin, S.H. Tradisi tersebut merupakan bagian dari adat istiadat masyarakat Dayak yang diwariskan secara turun-temurun.
Menurut Alianus, tradisi Tuak Pemali memiliki makna penghormatan terhadap adat dan simbol persaudaraan di tengah masyarakat. Ini merupakan kebiasaan adat istiadat kita yang harus tetap dijaga dan dilestarikan,” tambahnya.
Gawai Dayak sendiri merupakan,tradisi budaya masyarakat Dayak sebagai bentuk ungkapan syukur kepada Tuhan atas hasil panen dan pemeliharaan yang diberikan sepanjang tahun. Selain menjadi perayaan adat, Gawai Dayak juga memiliki makna penting dalam menjaga kelestarian budaya, nilai kebersamaan, serta identitas masyarakat Dayak agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Pelaksanaan Gawai Dayak ke-XVIII Kabupaten Melawi diharapkan,menjadi momentum memperkuat persatuan masyarakat serta memperkenalkan kekayaan budaya Dayak kepada generasi muda maupun masyarakat luas”,tutupnya.(Musa)











