Terjadi Lagi Keracunan Program Makanan Bergizi Gratis ( MBG ) Di Lampung Timur.

banner 468x60

Lampung Timur, Lampung, mnctvano.com – Jumlah balita dan murid yang mengalami mual, muntah, dan pusing di Kecamatan Sukadana, Kabupaten Lampung Timur, usai menyantap telur asin dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaporkan bertambah. Hingga Sabtu (28/2/2026) pagi, tercatat sebelas (11) anak dan warga menjalani penanganan medis.

Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Timur melalui rilis tertulis yang diterima media ini memaparkan kronologi kejadian dugaan keracunan makanan tersebut. Peristiwa dilaporkan terjadi pada 28 Februari 2026 dan diduga berkaitan dengan konsumsi telur bebek asin yang merupakan bagian dari program MBG di wilayah Kecamatan Sukadana.

Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 11 orang mengalami keluhan setelah mengonsumsi telur asin tersebut. Gejala yang muncul antara lain mual, muntah, diare, pusing, sakit perut, dan lemas. Mayoritas korban merupakan anak usia sekolah dan balita, serta beberapa orang dewasa yang turut mengonsumsi makanan tersebut dari anggota keluarga penerima MBG.

Para korban mendapatkan penanganan medis di RSUD Sukadana, klinik, maupun menjalani perawatan di rumah.

Rincian Korban:

Delapan (8) orang berobat dan mendapatkan penanganan di RSUD Sukadana.

Enam (6) orang masih dalam perawatan.Tiga orang telah diperbolehkan pulang setelah kondisi membaik.

Tiga (3) orang menjalani perawatan di rumah dengan pemantauan tenaga kesehatan.

Sisanya masih dalam observasi/penanganan medis.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Tim UPTD Puskesmas Sukadana bersama Forkopimcam dan anggota Polres Lampung Timur melakukan sejumlah langkah, antara lain:

Mengecek kondisi pasien di RSUD Sukadana guna memastikan penanganan medis dan perkembangan kesehatan korban.

Melakukan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) di dapur SPPG Sukadana Ilir sebagai lokasi penyedia makanan MBG.Memeriksa sumber air yang digunakan dalam proses pengolahan makanan.

Mengumpulkan informasi terkait proses pengolahan, penyimpanan, dan distribusi telur asin yang diduga menjadi sumber kejadian tersebut.

Berkoordinasi lintas sektor bersama Forkopimcam dan kepolisian untuk mendukung penelusuran penyebab insiden.

Dinas Kesehatan menyimpulkan sementara bahwa kejadian ini masih dalam proses investigasi epidemiologi lebih lanjut guna memastikan sumber penyebab dugaan keracunan. Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis dan kondisinya terus dipantau tenaga kesehatan.

Secara terpisah, Komandan Kodim 0429/Lampung Timur Letkol Inf Danang menyampaikan bahwa dapur MBG yang bersangkutan ditutup sementara.

“Sementara dapurnya kita tutup dulu, tidak operasional sampai hasil laboratorium keluar. Kami juga memberikan arahan kepada kepala dapur untuk dilakukan evaluasi,” tulisnya.

Pihak terkait menegaskan akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut setelah hasil uji laboratorium diterima.

 

(Muhklasin)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *