Bonto Ramba, Jeneponto, Sulawesi Selatan, mncrtvano.com,- Kekecewaan warga yang mendalam dirasakan masyarakat Dusun Sarroanging, Desa Tanammawang, kecamatan Jeneponto, Sulawesi Selatan, setelah bertahun-tahun menunggu janji pembangunan infrastruktur jalan dari pemerintah daerah yang tak kunjung terwujud. Kondisi jalan yang rusak parah dan sering memicu korban kecelakaan akhirnya memaksa warga mengambil langkah berat: melakukan pengecoran secara mandiri dengan swadaya tenaga dan biaya.
Warga mengaku sudah lelah dengan berbagai janji politik yang selalu muncul setiap menjelang pemilihan, namun hilang setelah jabatan diraih. Padahal, jalan utama yang menghubungkan pemukiman warga dengan pusat desa itu sangat vital untuk aktivitas harian, termasuk ekonomi, pendidikan, dan akses kesehatan.
Warga dusun Sarroanging mengungkapkan kekesalannya atas sikap pemerintah daerah yang dinilai abai terhadap kebutuhan mendesak masyarakat kecil.
“Kami sudah berkali-kali mengusulkan, bahkan dalam musyawarah dusun dan desa selalu kami angkat persoalan ini. Katanya tahun ini masuk perbaikan, tapi kenyataannya sampai sekarang tidak ada tanda-tanda. Padahal kecelakaan sudah sering terjadi. Karena itu kami terpaksa melakukan pengecoran mandiri agar akses jalan bisa dilalui dengan baik.
Mau tunggu apa lagi?” ujar warga sarroanging dengan nada kecewa.
Kritik senada datang dari kalangan pemuda Dusun Sarroanging. seorang pemuda, Paisal salah satu motor penggerak yg memperjuangkan infrastruktur jalan ini menuturkan bahwa mereka telah melakukan berbagai upaya advokasi ke pemerintah daerah, mulai dari mengirim surat, menghadiri panggilan audiensi, hingga meminta perhatian langsung pada saat kunjungan pejabat termasuk menyampaikan di reses anggota DPRD provinsi Sulawesi Selatan Salmawati Paris
“Kami pemuda sudah pernah turun langsung melakukan advokasi. Kami bawa dokumentasi kerusakan jalan, kami sampaikan dampaknya, tapi tidak ada tindak lanjut. Ironisnya, sekarang ada pengerjaan infrastruktur jalan di beberapa titik desa, tapi Dusun Sarroanging sama sekali tidak masuk. Seakan-akan kami ini tidak dianggap sebagai bagian dari desa.” Kami fikir bupati Jeneponto punya kebijaksanaan dalam menangani permasalahan jalan yang rusak parah.
Masyarakat menilai bahwa ketidakmerataan pembangunan ini hanya memperpanjang ketimpangan antar dusun. Warga berharap pemerintah daerah tidak hanya hadir saat kampanye, tetapi juga menunjukkan tanggung jawab terhadap warganya.
“Harapan kami sederhana, pemerintah daerah bisa membuka mata bahwa kami juga butuh perhatian. Jangan sampai dusun kami terus terpinggirkan. Kami sudah buktikan bahwa kami mau bekerja, tapi pemerintah jangan lepas tangan.”
Meski kecewa, warga tetap berharap suara mereka didengar. Mereka menegaskan bahwa pembangunan jalan bukan hanya soal kenyamanan, tetapi soal keselamatan dan hak dasar sebagai warga daerah.
Dengan pengecoran mandiri yang kini mereka lakukan, warga berharap pemerintah melihat situasi ini sebagai sinyal kuat bahwa ketidakadilan pembangunan tidak bisa terus dibiarkan.
Penulis
Astono











