ADRIANUS F. PARERA: JANGAN MARAH BUPATI DAN SEKDA JIKA USULAN TIDAK DIREALISASI

banner 468x60

Maumere, Sikka, NTT, mnctvano,com. Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) merupakan salah satu cara untuk menyampaikan aspirasi rakyat sekaligus menjadi landasan untuk menyusun rencana strategis pembangunan dalam menjawabi kebutuhan masyaratakat. Selain itu Musrengbang perlu dilaksanakan setiap tahun untuk melihat Kembali program mana yang sudah dilaksanakan mana yang belum.
Untuk itu Pemerintah kecamatan Nita melaksanakan musyawarah rencana pembangunan tingkat Kecamatan Nita , bertempat aula kantor camat Nita, selama 2 hari dari tanggal 19-20 Prebuari 2026 yakni; hari Kamis,19 Prebuari 2026 diadakan kegiatan Pra Musrenbang dan hari Jumad,20 Prebuari 2026 diadakan Musrengbang sekaligus penetapan skala prioritas program pembanguan tahun 2027.
Kegiatan Musrengbang tingkat kecamatan Nita di hadiri oleh Sekretrais daerah, anggota DPRD Dapil IV, Dinas PKO, Dinas PUPR, Dinas PMPD, Kepala Desa dan BPD, tokoh agama, tokoh pendidik, tokoh perempuan dan para undangan. Kegiatan yang bertemakan Penguatan kapasitas dan sistem lintas sektor yang efektif dan berkelanjutan saling menguatkan, dibuka langsung oleh bapak Camat Nita,Herpianus Nong Lalang,SH. ( Jumad,20/02/2026)
Camat Nita Herpianus Nong Lalan SH. Dalam arahan awal menyampaikan musrenbang merupakan ruang kita untuk menyatu gagasan, memperkuat komitmen , dan membuang keegohan kita untuk memperjuangkan desa kita masing-masing tetapi harus melihat secara jernih kebutuhan masyarakat yang menjadi urgensitas bukan melihat keinginan kita atau sekelompok orang. Keberhasilan pembangunan bukan karena perjuangan seseorang tetapi butuh kolaborasi semua sector dan partisptip masyaraakat ini menjadi kunci kesusksean pembanguann.
Adrianus F.Parera selaku Sekretrais Daerah (Sekda) kabupaten Sikka,menyoroti kehadiran dan soal peran serta masyarakat dalam mengikuti musrenbang kini semakin sepi, kehadiran sangat sedikit, semangat melemah, rasanya kurang antusia dari masyarakat, kalau dibandingkan seperti zaman dulu masyarakat aktif mengikuti musrenbang . Kurangnya keaktifan masyarakat ini menimbulkan pertanyaan . Ada tiga pertanyaan perlu kita renungkan yakni apakah orang bosan untuk mengikuti musrenbang karena apa yang kita omong tidak satupun direalisasi? Kita tidak tahu usulan kita prosesnya sudah sampai dimana? Apakah anggaran tidak ada ? ( hanya harapan palsu saja). Namun dalam rangka menunjang rencana anggaran pembangunan membutuhkan dokumen-dokumen resmi, untuk itu musyawarah rencana pembangunan sangat penting harus dilaksanakan .
Lebih lanjut …menambahakan ,dengan adanya program nasional efisiensi anggaran sangat besar dampaknya terhadap pembangunan, jangan marah bupati dan sekda jika rencana program pembanguan yang diusulkan tidak terealisasi karena memang kekurangan kekuangan, pemerintah pusat lebih memprioritaskan MBG dan koperasi merah putih serta pelayanan Kesehatan gratis. Untuk itu perlu di musyawrahkan secara baik dengan melihat faktor kemendesakan kebutuhan. Memang kadang masyarakat selalu bertanya mengapa program diusulkan bahkan menjadi prioritas satu tapi tidak direalisasi,karena semua semua tergantung keuangan daerah, dan ini tergantung dari hasil pajak,apabila hasil pajak kita tidak mencapai seratus porsen ,maka otomatis ada beberapa program tidak bisa dilaksanakan.
Diakhir musyawarah rencana pembangunan tingkat kecamatan nita peserta menghasilkan rekomemdasi beberapa kegiatan prioritas pembangunan kecamatan Nita tahun 2027 yakni 1,Pembangunan Puskesman Nirangkliung, 2. Pembangunan kantor camat Nita, 3.Pembangunan pasar Nita.

Agustinus Badjo

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Jurnalis-mnctvano.com)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *