Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, mnctvano.com,- Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di tapanuli tengah dan tapanuli selatan, sumatra utara, kembali memicu keluhan warga. Sejak sabtu tanggal 29 November 2025 hingga selasa 02 Desember 2025.
Di SPBU Pandan, kabupaten tapanuli tengah dan SPBU Hapinis, kecamatan batang toru, kabupaten tapanuli selatan, sumatra utara, antrian kendaraan tampak memadati area pengisian sejak pagi. Pengendara roda dua dan roda empat terus berdatangan hingga antrian melebar ke badan jalan. Kondisi ini menimbulkan kemacetan dan membuat banyak warga kehabisan waktu hanya untuk menunggu giliran mengisi BBM. Tidak sedikit yang mengaku harus menahan lelah dan panas demi mendapatkan bahan bakar.
Ribuan warga lalu lalang mencari BBM di sepanjang jalan lintas dari batang toru menuju kelurahan muara ampolu, adapun penjual BBM eceran dengan harga bervariasi, mulai dari 35.000 sampai 50.000 persatu liter. Walaupun seperti itu harga BBM warga wajib membelinya. Demi kebutuhan.
Juga harga beras yang 10 kg. Melonjak dari 145.000 harga biasa kini menjadi 220.000. dimana para penjual eceran mengambil kesempatan dalam musim bencana. Sudah jatuh di timpah tangga lagi ucap salah seorang warga dengan nada sedih.
Bagi masyarakat, BBM merupakan kebutuhan penting yang tidak bisa ditunda. Kelangkaan yang terjadi ini menimbulkan keresahan luas. Warga berharap pihak pemerintah segera turun tangan untuk mencari solusi agar pasokan kembali normal dan antrian mengular tidak terus terjadi.
Keluhan juga datang dari para sopir angkutan umum. Mereka mengaku kesulitan beroperasi karena tidak mendapatkan BBM tepat waktu. Pendapatan harian menurun, bahkan sebagian sopir memilih menghentikan kegiatan sementara karena kendaraan tidak bisa dijalankan.
Masyarakat kecamatan suka bangun kabupaten tapanuli tengah, dan masyarakat kecamatan muara batang toru kabupaten tapanuli selatan, mendorong pemerintah melakukan langkah cepat, mulai dari pengawasan distribusi hingga koordinasi dengan pihak Pertamina, agar pasokan BBM bisa kembali stabil. Tanpa tindakan nyata, kondisi ini dikhawatirkan berdampak pada aktivitas ekonomi dan kebutuhan harian warga.
Hingga hari ini, antrian di sejumlah SPBU di Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, masih terlihat panjang. Warga berharap keadaan segera kembali normal dan pemerintah memberikan penjelasan serta penanganan yang jelas agar keresahan masyarakat dapat teratasi.
(Red)











