Jakarta Selatan, mnctvano.com,- Warga Jakarta Selatan dapat kabar baru menjelang Kamis besok. Mulai 12 Juni 2026, Pemprov DKI lewat TransJakarta uji coba bus listrik pengumpan MRT rute Lebak Bulus–Ciputat secara gratis selama 1 bulan. Bus ini nyambung langsung ke Stasiun MRT Lebak Bulus. Tujuannya jelas: bikin orang yang rumahnya di Ciputat, Pondok Cabe, dan Pamulang malas pakai motor pribadi karena sudah ada angkutan umum yang nyaman dan tidak berasap.
Ada 10 unit bus listrik yang jalan tiap 15 menit dari jam 05.00–22.00 WIB. Titik pemberhentian disebar di dekat pasar, sekolah, dan stasiun KRL. Semua bus ber-AC, ada colokan USB, dan prioritas kursi untuk lansia serta ibu hamil. Masa uji coba gratis berlaku sampai 12 Juli 2026. Setelah itu baru ditentukan tarifnya, tapi Pemprov janji tetap lebih murah dari ojek online untuk jarak yang sangat jauh Uji coba bus listrik TransJakarta pengumpan MRT Lebak Bulus–Ciputat. Gratis 1 bulan penuh.
Warga Tangsel dan Jaksel yang rumahnya jauh dari stasiun MRT. Cocok untuk komuter, mahasiswa UIN, dan pekerja kantoran. Mulai Kamis, 12 Juni 2026. Jam operasional 05.00–22.00 WIB setiap hari.
Rute Lebak Bulus Stasiun MRT → Ciputat Pasar → Pondok Cabe → Pamulang. 12 titik halte baru dipasang.
Jakarta mau potong emisi dan kemacetan. Bus listrik = nol polusi udara. Gratis 1 bulan biar warga mau coba dulu, rasakan manfaatnya, baru pindah dari kendaraan pribadi.
Naik dari halte resmi, tap pakai kartu JakLingko atau QRIS. Tidak perlu bayar. Armada dipantau real-time lewat aplikasi TransJakarta. Petugas siaga di setiap ujung rute.
Banyak program transportasi bagus mati di tengah jalan karena orang tidak mau pindah. Alasannya klasik: “ribet”, “lama”, “panas”. Uji coba bus listrik ini coba jawab semua keluhan itu sekaligus.
Gratis 1 bulan itu umpan yang cerdas. Tapi yang bikin orang balik lagi bulan depan bukan gratisnya. Yang bikin balik adalah: bus datang tepat waktu, AC dingin, tidak berebut, dan sampai tujuan tanpa keringat bercucuran. Kalau itu kejadian, maka orang Ciputat akan mikir dua kali sebelum nyalain motor buat ke Lebak Bulus.
Jakarta sudah punya MRT, LRT, KRL. Yang kurang selama ini “jembatan terakhir” dari rumah ke stasiun. Bus listrik pengumpan ini jembatannya. Kalau jembatan itu kuat, maka seluruh sistem transportasi Jakarta jadi nyambung. Efeknya: jalan lebih lega, udara lebih bersih, dompet warga lebih aman.
Tentu ada PR. Jalan menuju Ciputat masih sering macet. Kalau bus ikut kejebak, orang akan kapok. Karena itu Pemprov harus siapkan jalur khusus atau minimal traffic light yang memihak bus. Satu lagi: informasi harus jelas. Peta rute, jadwal, dan titik halte harus gampang dicari di aplikasi. Warga tidak mau nebak-nebak.
Kamis besok, coba naik. Tidak rugi. Kalau nyaman, kita dapat transportasi masa depan. Kalau kurang, kita kasih masukan biar dibenahi. Karena kota yang maju itu bukan kota yang punya bus listrik paling banyak. Tapi kota yang warganya mau pakai bus listrik itu bareng-bareng.
Dhika
MNCTVANO.COM JakartaSelatan









