Jember Selatan Bersatu Memanas, Konsolidasi Akbar Jadi Panggung Perlawanan: Ultimatum Keras “Tutup PT Imasco

banner 468x60

Jember Jawa Timur, mnctvano.com,- Eskalasi penolakan terhadap operasional PT Imasco di Jember Selatan kini memasuki fase paling panas. Dalam barisan Jember Selatan Bersatu (JSB), warga dari 12 desa bersama MAKI Jawa Timur dan Laskar Jahanam Jember bersiap menggelar Konsolidasi Akbar yang disebut sebagai titik balik: dari keluhan menjadi perlawanan terbuka dengan satu ultimatum tegas “Tutup PT Imasco.”

Kemarahan warga bukan tanpa dasar. Pada 17 April 2026, Ketua MAKI Jatim dan Ketua Laskar Jahanam Jember turun langsung ke lapangan, mendengar keluhan warga serta melihat kondisi faktual. Temuan di lapangan disebut mengindikasikan persoalan serius yang selama ini dirasakan masyarakat—mulai dari dugaan dampak lingkungan, terganggunya aktivitas sosial, hingga komitmen perusahaan yang dinilai tidak terealisasi.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Alih-alih mereda, situasi justru mengeras. Sehari berselang, 18 April 2026, perwakilan warga dari 12 desa bersama MAKI Jatim dan Laskar Jahanam menyepakati pembentukan Jember Selatan Bersatu (JSB) sebuah konsolidasi kekuatan rakyat yang kini bergerak dalam satu komando.

Konsolidasi Akbar dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 26 April 2026, di Lapangan Desa Kasiyan Timur (Lapangan Kapuran), Jember. Ribuan warga dipastikan hadir. Agenda ini bukan sekadar forum, melainkan deklarasi sikap kolektif bahwa kesabaran warga telah mencapai batasnya.

Gerakan ini juga memastikan bahwa Aksi Demo Akbar bukan lagi sekadar wacana. Seluruh perangkat aksi tengah disusun secara sistematis, terukur, dan masif. Targetnya jelas, menekan hingga tercapai tuntutan utama penghentian operasional PT Imasco.

MAKI Jatim dan Laskar Jahanam Jember menyatakan siap berada di garis depan. Seluruh struktur organisasi hingga Satgas akan dikerahkan untuk memastikan gerakan ini solid dan tidak terpecah.

Di level nasional, tekanan mulai diarahkan secara terbuka. MAKI Jatim mengaku telah menjalin komunikasi dengan Komisi XII DPR RI serta Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, guna mendorong pelaksanaan Rapat Dengar Pendapat dan membuka persoalan ini secara transparan di hadapan publik nasional.

Lebih jauh, langkah strategis juga disiapkan untuk mengangkat isu ini ke panggung nasional melalui media pusat dan jaringan NGO di Jakarta. Bahkan, sebuah surat terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto tengah disiapkan sebagai bentuk tekanan langsung dari masyarakat yang merasa hak-haknya terabaikan.

Tak hanya itu, dorongan evaluasi terhadap legalitas perizinan PT Imasco juga menguat. Koordinasi dengan Komnas HAM RI dan kementerian terkait dilakukan untuk memastikan apakah seluruh aspek perizinan telah memenuhi ketentuan atau justru menyimpan persoalan yang selama ini luput dari pengawasan.

Di tengah kondisi ini, satu kesimpulan mencuat: kepercayaan publik terhadap PT Imasco kian runtuh. Janji-janji yang sebelumnya disampaikan perusahaan dinilai tidak berbanding lurus dengan realitas yang dirasakan warga.

Ketua MAKI Jatim, Heru, menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar tekanan biasa, melainkan fase krusial dalam perjuangan masyarakat.

“Ini bukan lagi soal aspirasi yang diabaikan. Ini adalah ultimatum. Dalam barisan Jember Selatan Bersatu, kami tegaskan, perjuangan ini tidak akan berhenti sampai ada kejelasan dan keadilan bagi masyarakat terdampak,” tegasnya.

Rony baron

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *