Lampung Timur -MNCTVano.com.
Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Lampung Timur bersama Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Lampung Timur menggelar kegiatan Sosialisasi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) yang difokuskan pada perlindungan anak berkebutuhan khusus.
Kegiatan ini dihadiri oleh Plt. Kepala Dinas P3AP2KB Lampung Timur, Titin Wahyuni, M.Pd, Kabid Perlindungan Anak Siska, Kepala Sekolah SLB Negeri Lampung Timur Duwi Wahyuni, serta Ketua LPAI Lampung Timur Decxy Vicry Angga sebagai narasumber utama.
Acara diawali dengan doa bersama dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang diikuti dengan penuh khidmat oleh para siswa, guru, dan orang tua murid. Suasana kemudian berubah menjadi haru saat Plt. Kepala Dinas P3AP2KB, Titin Wahyuni, menyampaikan sambutannya.
Tidak hanya menyampaikan pidato, beliau turun langsung dari podium untuk memeluk satu per satu siswa-siswi SLB serta menyalami para orang tua murid. Tindakan tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian dan dukungan moral bagi anak-anak berkebutuhan khusus beserta keluarganya yang ada di Lampung Timur.
Dalam sambutannya, Titin menegaskan bahwa anak-anak berkebutuhan khusus bukanlah beban, melainkan amanah yang mulia.
Anak-anak istimewa ini adalah titipan Allah. Jika orang tua ikhlas dan sabar dalam merawat mereka, insyaAllah balasannya adalah surga. Mereka adalah pembuka pintu nikmat dunia dan akhirat,ujarnya dengan penuh haru.
Ia juga menyampaikan pesan dari Bupati Lampung Timur bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk menjamin perlindungan hak-hak anak, khususnya anak berkebutuhan khusus, dari berbagai bentuk kekerasan seperti kekerasan fisik, pelecehan seksual, hingga perundungan (bullying).
Sementara itu, Kepala Sekolah SLB Negeri Lampung Timur, Duwi Wahyuni, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dinas P3AP2KB dan LPAI Lampung Timur atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi tersebut.
Sebagai narasumber, Ketua LPAI Lampung Timur, Decxy Vicry Angga, memaparkan materi strategis terkait langkah-langkah konkret dalam perlindungan anak, baik di lingkungan sekolah maupun keluarga. Ia menekankan lima poin penting, yaitu:
1. Edukasi jenis kekerasan agar anak dan orang tua mampu mengenali tanda-tandanya.
2. Dampak jangka panjang kekerasan terhadap kondisi fisik dan psikologis anak.
3. Teknik pencegahan, termasuk edukasi bagian tubuh yang tidak boleh disentuh orang lain.
4. Sinergi antara guru dan wali murid melalui komunikasi yang terbuka dan jujur.
5. Mekanisme pelaporan, agar orang tua berani melapor jika terjadi indikasi kekerasan.
Anak-anak di SLB merupakan kelompok yang sangat rentan. Oleh karena itu, orang tua dan guru harus menjadi benteng pertama yang kuat dalam melindungi mereka,tegas Decxy.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif, di mana para wali murid menyampaikan berbagai aspirasi dan kekhawatiran mereka. Kabid Perlindungan Anak, Siska, yang bertindak sebagai moderator, menutup acara dengan merangkum poin-poin penting dari seluruh materi yang disampaikan.
Ia menegaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini bukanlah akhir, melainkan awal dari upaya yang lebih luas dalam memperkuat gerakan perlindungan anak di Kabupaten Lampung Timur. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya penguatan mental orang tua dalam mendampingi anak-anak mereka.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama serta komitmen bersama untuk mewujudkan Lampung Timur sebagai Kabupaten Layak Anak yang aman, inklusif, dan ramah bagi seluruh anak tanpa terkecuali.
( Darwin )











