Melawi, Kalbar-
Sekelompok tim pendukung Kebebu ricuh saat turnamen sepak Bola di Manggala cup Kecamatan Pinoh Selatan Kabupaten Melawi. Kericuhan terjadi saat pertandingan turnamen sepak bola di lapangan Mandala Putra Manggala Pinoh Selatan Kabupaten Melawi , pada
Sabtu , 30/05/26 (sore)
Kericuhan terjadi saat pertandingan mempertemukan tim Kebebu melawan Deweka A sedang berlangsung, diduga oknum penonton pendukung dari tim Kebebu yang kurang puas dengan hakim garis, sekelompok penonton langsung masuk ke dalam lapangan lalu mengejar hakim garis serta melemparkan pukulan.
Dalam video yang beredar terlihat hakim garis sampai melarikan diri, sampai terjatuh, dan sempat dikeroyok. Warga berupaya meleraikan aksi bringas dari warga pendukung tim Kebebu untuk mengamankan jalannya turnamen.Serta menyelamatkan wasit hakim garis namun lemahnya panitia, dan tidak adanya pihak keamanan kepolisian membuat aksi tekanan massa begitu tinggi.Salah seorang warga, Janes mengaku serta menyoroti, kerusuhan tersebut diduga dari penonton atau massa tidak menerima keputusan yang diambil oleh tim wasit. Hingga membuat penonton langsung pada masuk ke lapangan, penonton dari salah satu tim langsung masuk mengejar tim wasit,”ucapnya
Kepada wartawan via WhatsApp
Minggu, 31/05/26.
Dirinya juga mengungkapkan bahwa saat terjadi kerusuhan, dari pihak kepolisian satupun tak ada di tempat , makanya tak ada yang bisa menekan tekanan massa.Iya itu yang membuat mereka beringas dan saling tinju dan kasia beberapa orang sempat babak belur kena tinju mereka bang”,ucap
Warga.
Warga soroti panitia dinilai lemah , kejadian sudah seperti itu rusuh nya, pihak tim yang membuat rusuh tak ada di panggil, atau ketua tim yang buat masalah, artinya panitia dapat tekanan dari massa,malahan setelah kejadian dilanjutkan permainan berikutnya,kita tau membuat keributan dalam turnamen ada delik pidananya disitu apalagi melakukan anarkis penganiayaan seperti ini”, kata
Warga.
Sementara itu Temenggung Kecamatan Pinoh Selatan Kamasy,Jr saat dihubungi wartawan menjelaskan, akan berkoordinasi dengan pihak panitia dan desa untuk mengambil langkah apa terkait kejadian tersebut.(red)











