Pontianak – Seorang pelanggan Jalan Karet, Gang Karet Indah Pontianak, terkait Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Khatulistiwa Pontianak, warga mengeluhkan lonjakan tagihan air yang dinilai tidak wajar. Keluhan ini disampaikan setelah tagihan yang biasanya berkisar Rp 40 ribu hingga Rp 50 ribu per bulan, tiba-tiba melonjak menjadi lebih dari Rp700 ribu lebih hanya dalam satu bulan.
Pelanggan tersebut mengungkapkan bahwa pada pertengahan Maret 2026, tepatnya tanggal 14, ia telah melakukan pembayaran sebesar Rp169 ribu untuk pemakaian selama tiga bulan. Namun, setelah itu, terjadi kejanggalan ketika hendak kembali melakukan pembayaran.
“Biasanya tagihan normal saja, sekitar Rp40-50 ribu per bulan. PTapi ini tiba-tiba bengkak jadi Rp700 ribu lebih. Padahal anak saya juga sempat libur Idulfitri selama dua minggu, jadi pemakaian air seharusnya berkurang,”ucapnya
via WhatsApp kepada awak media Kamis,23/04/26.
Ia menduga adanya kesalahan dalam sistem pencatatan atau kemungkinan peningkatan (up) data pembayaran yang tidak sesuai. Hingga saat ini, pelanggan tersebut mengaku belum mendapatkan penjelasan atau respon yang memadai dari pihak PDAM.
Kondisi ini menimbulkan kekecewaan terhadap pelayanan yang diberikan. Pelanggan berharap pihak PDAM Kota Pontianak segera melakukan pengecekan dan memberikan klarifikasi atas lonjakan tagihan yang dianggap tidak wajar tersebut. Sebagai pelanggan, kami tentu keberatan. Harapannya ada penjelasan dan solusi dari pihak terkait,”tambahnya.
Kasus ini menjadi perhatian karena menyangkut pelayanan dasar kepada masyarakat. Diharapkan pihak PDAM Kota Pontianak dapat segera menindaklanjuti keluhan tersebut agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.(red)










